Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Ini Faktor Penyebab Kematian Saat Kehamilan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kehamilan jadi momen yang ditunggu pasangan suami istri, terutama bagi mereka yang telah merencanakan memiliki buah hati. Walaupun membawa kebahagiaan, tetapi kehamilan juga memiliki risiko bagi si ibu, seperti kematian.
Dokter kandungan dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG-KFER menjelaskan, sebagian besar kematian ibu terjadi selama proses kehamilan, persalinan, dan saat nifas
"Tetapi itu masih bisa dicegah. Penyebab langsung kematian pada ibu hamil bisa karena pendarahan, preeklampsia, dan infeksi," jelas dokter Yassin melalui siaran pers Tentang Anak.
Ada pula beberapa penyebab tidak langsung di antaranya, usia ibu terlalu muda (kurang dari 20 tahun), terlalu tua lebih dari 35 tahun), terlalu sering (jarak antar-kelahiran kurang dari 2 tahun), terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 2 dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun).
Selain faktor tersebut, keterlambatam dalam mengenali bahaya gangguan kehamilan, terlambat ke fasilitas kesehatan, juga terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan bisa jadi penyebab kematian ibu hamil.
"Adapun faktor kesehatan yang masih banyak terjadi pada perempuan, yang juga dapat menjadi resiko selama kehamilan dan persalinan berlangsung, seperti Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, HIV, dan lainnya," imbuh dokter Yassin.
Gaya hidup sehari-hari tanpa disadari juga memiliki peran penting terhadap kesiapan fisik seseorang menuju kehamilan.
Dokter Yassin mengatakan bahwa gaya hidup yang bisa menghambat kesuburan, baik pada perempuan maupun laki-laki, seperti kebiasaan merokok karena merusak oosit pada perempuan juga konsumsi alkohol karena dapat menurunkan kualitas sperma.
Sedangkan olahraga terlalu berat, misalnya lebih dari 5 jam per minggu juga terbukti dapat menurunkan kesuburan.
Riwayat dan risiko penyakit pada calon ibu, juga bisa didapatkan dari riwayat penyakit diri dan keluarga. Dokter Yassin menyarankan untuk cek terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan agar dapat diperbaiki sejak dini.
Riwayat atau risiko penyakit yang berpotensi membahayakan selama kehamilan seperti, diabetes, hipertensi kronis, asma, penyakit tiroid, penyakit jantung, epilepsi, penyakit ginjal kronis, juga penyakit autoimun.
“Saat merencanakan kehamilan atau hendak membangun keluarga dengan pasangan, penting bagi setiap individu untuk bisa saling terbuka terkait kondisi kesehatan masing-masing."
"Alangkah lebih baik lagi jika calon ibu dan calon ayah melakukan berbagai tes atau skrining kesehatan agar dapat mendeteksi lebih dini kesehatan jasmaninya, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari," pesan dokter Yassin.
Selain itu, tidak kalah pentingnya juga bagi calon orang tua untuk mendapatkan dukungan sosial dari lingkungan, seperti keluarga, lingkungan kerja, kondisi finansial, dan lainnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1544 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1162 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1011 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 890 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah