Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Mengungkap Rahasia Minyak Bertuah Senggeger
Warisan Leluhur Sasak
BERITABALI.COM, NTB.
Tim Ekspedisi Sejarah Situs Kebudayaan dan Artefak Suku Sasak yang digagas oleh PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 akan menelusuri dan menelisik Minyak bertuah warisan para leluhur yakni: Senggeger dan Minyak Banyu-Urip.
Konon minyak itu dipercayai memiliki beragam khasiat non sains untuk berbagai hajat, untuk pamor/junjung drajat, pengasihan maupun sebagai Pelindung Badan (sikep awak).
Masyarakat Sasak, khususnya di pedesaan pasti sudah familiar dengan istilah Senggeger Hal ini karena legenda senggeger yang kerap diasosiasikan ibarat jalan tol mendapatkan Jodoh. Tak heran jika sebelum era milenial atau 4.0, dikenal istilah cinta ditolak, dukun bertindak.
Selain itu tujuan ekspedisi menelisik eksistensi agar mitos senggeger sebagai ilmu warisan leluhur Sasak tersebut bisa dipahami secara utuh terkait khasiat, kandungan, proses pembuatan juga puji dan amalan doa dan mekanisme kerja secara tak kasat mata / metafisika (non sains).
Selanjutnya agar tuah-tuah senggeger dan banyu urip bisa dirasionalkan/ dilogikakan dengan benar, khususnya yang berkaitan dengan cara kerja aura mistisnya dalam mempengaruhi persepsi dan kebatinan seseorang.
"Tim Ekpedisi Sejarah hanya ingin membuka tabir/ rahasia terselubung agar kekuatan tuah senggeger maupun banyu-urip tidak dipandang dalam konotasi negatif yang tak sesuai kaedah syar'i," ujar Ketua Tim Ekpedisi Mistis Mi6 dan PDIP NTB , H Ruslan Turmuzi, melalui keterangan tertulis, Kamis (9/6).
Menurut Ruslan Turmuzi, khasiat Senggeger maupun Banyu-urip bukan termasuk Ilmu Hitam karena proses pembuatan dan cara kerja secara metafisika tetap dalam koridor syar'i tidak menyertakan bahan-bahan yang dilarang/haram dan ada doa-doa yang dirapalkan yang diyakini agar dimudahkan oleh Tuhan.
"Konon bahan dasar senggeger adalah minyak kelapa, aneka rempah plus puji/doa. Demikian Air bertuah Banyuurip , konon bahan dasarnya di ambil dari 9 mata air / sumur kuno yg tersebar di empat penjuru gumi sasak ini," imbuhnya sembari memambahkan yang tidak kalah pentingnya juga dorongan kekuatan sugestif dalam diri seseorang turut menentukan keberhasilan khasiatnya.
Sementara itu Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto mengatakan Metode investigasi yang akan dilakukan Tim Ekspedisi Sejarah berfokus menelusuri sejarah dan kekuatan Metafisika yang menyelubungi tuah-tuah Senggeger yang kesohor ini untuk pencerahan.
"Untuk itu Tim Ekspedisi Sejarah Mi6 dan PDIP NTB Jumat ini, 10 Juni 2022 akan hunting menemui narasumber yang memiliki kepiawaian dalam 'meramu' senggeger yang tidak kaleng-kaleng agar masyarakat awam mendapatkan informasi utuh terkait praktek tersebut," ujar lelaki yang akrab disapa Didu ini.
Didu menambahkan dengan ikhtiar ini setidaknya ini bentuk empati Tim Ekspedisi Mi6 dan PDIP NTB guna melestarikan dan menjaga ilmu dalam para leluhur agar tak lekang oleh waktu dan Tehnologi.
"Yang terpenting lagi adalah seluruh rangkaian hunting mengungkap rahasia di balik Senggeger dan Banyu-urip ini bisa terdokumentasi secara baik dan rapi melalui publikasi media disemua platform tehnologi 4.0," pungkasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2843 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1086 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 481 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 393 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun