Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
PLN Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Tol Bali Mandara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PT PLN (Persero) menyiapkan langkah baru dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di sepanjang ruas Tol Bali Mandara.
Proyek ini dirancang tidak hanya untuk menambah pasokan energi bersih, tetapi juga memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan pembangkit listrik tenaga angin yang akan dipasang di Tol Bali Mandara menggunakan turbin berbentuk silinder. Instalasi tersebut akan ditempatkan di sisi kiri dan kanan jalan tol sehingga selain menghasilkan listrik, juga memberikan nilai estetika bagi kawasan.
"Kami tambahkan juga dengan pembangkit listrik tenaga angin tetapi yang berbentuk cylindrical yang ini bukan hanya memproduksi energi dari angin tetapi juga menambah keindahan pemandangannya," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut Darmawan, keberadaan PLTB di Tol Bali Mandara diharapkan menjadi simbol nyata komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan. Lokasi yang berada di pintu masuk Pulau Bali dinilai strategis karena mudah terlihat oleh wisatawan yang datang melalui jalur udara.
"Tentu saja ini akan kelihatan sekali nanti para turis yang mendarat di Pulau Bali kelihatan sekali bahwa kita sudah melakukan transisi menjadi energi yang hijau," paparnya.
Selain mengembangkan PLTB di Bali, PLN juga menyiapkan pemanfaatan lahan di sepanjang jalan tol milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dari total panjang jalan tol sekitar 802 kilometer, lahan di sisi kanan dan kiri jalan diperkirakan mencapai 400 hingga 500 hektare.
Potensi tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas sekitar 0,5 Giga Watt peak (GWp) sebagai tambahan pasokan energi bersih nasional.
"Sebagai contoh jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 km apabila di kedua sisi lebarnya sekitar 3 sampai 5 meter maka ada sekitar 400 sampai 500 hektar artinya ini ada 0,5 Giga Watt peak," tambahnya.
PLN juga merancang agar proyek energi hijau di kawasan jalan tol dipadukan dengan teknologi Battery Energy Storage System (BESS). Sistem penyimpanan energi ini diperkirakan memiliki kapasitas hingga 1,5 Giga Watt hour (GWh) sehingga dapat menjaga keandalan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan.
Menurut Darmawan, ketersediaan lahan melalui kerja sama antarbadan usaha milik negara menjadi salah satu faktor penting yang mendukung percepatan pengembangan proyek tersebut.
"Tentu saja karena ini lahannya sangat murah sekali disediakan oleh negara kerja sama antar badan usaha milik negara ada yang dari ATR BPN dan selama ini tantangan utama dari program PLTS menggunakan baterai energy storage system ini adalah lahan," tuturnya.
PLN menilai pengembangan pembangkit energi baru terbarukan di kawasan jalan tol juga menjadi strategi untuk menekan biaya penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor berbasis fosil.
"Ini yang bisa mengubah tadinya energi impor menjadi domestik, energi fosil menjadi renewable energy, energi yang mahal menjadi lebih murah," tandasnya. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4438 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2086 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1981 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1623 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1462 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan