Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Ganja Legal di Thailand, Angin Surga Pasien Kanker Payudara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasien kanker payudara jadi pihak yang amat menyambut baik undang-undang legalitas ganja di Thailand. Mereka amat senang karena legalitas ganja berarti ketersediaan produk pengurang rasa sakit yang mereka gunakan menjadi jauh lebih murah.
Pengakuan itu disampaikan salah satu penderita kanker payudara, Jiratti Kuttanam, yang sebelumnya harus membayar mahal sejumlah obat pengurang rasa sakit termasuk dari ganja.
Thailand sebelumnya jadi negara Asia pertama yang melegalkan penanaman dan konsumsi ganja pada 9 Juni. Pemerintah 'Negeri Gajah Putih' juga akan terus mendorong peningkatan pertanian ganja dengan membagi-bagikan tanaman tersebut yang berkualitas bagus.
Peningkatan produksi ini juga diharapkan memperkaya varietas ganja sehingga kualitasnya menjadi yang terbaik di dunia, khusus untuk tujuan medis. Jiratti mengatakan kebijakan pemerintah amat membantunya untuk menjadikan terapi pengobatan ekstrak ganja menjadi murah dan mudah terjamah baginya.
Obat-obatan dari ekstrak ganja memang sudah dilegalkan Thailand sejak 2018. Namun sebelum pemerintah membuat aturan baru, dia begitu kesulitan mendapatkan obat ekstrak ganja impor yang amat mahal. Sejumlah pasien bahkan sampai harus membeli dari penjual secara ilegal.
Tunas ganja impor sebelum legalisasi tanam ganja biasanya dibanderol 700 baht atau setara Rp290 ribu. Kini harganya pun benar-benar 'miring' usai pelegalan menanam dan konsumsi ganja.
"Saya rutin mengonsumsi ganja sehingga tak merasakan sakit [akibat kanker payudara]," tutur Jiratti.
Dia biasa menyeduh ganja kering untuk dijadikan teh sebagai terapi pengobatan meredakan sakit.
Jiratti didiagnosis menderita kanker payudara tingkat lanjutan lima tahun lalu. Dua tahun kemudian, ia menggunakan minyak ganja dan produk turunan lainnya untuk meredakan sakit, mual-mual, dan kecemasan berlebihan setelah menjalani kemoterapi.
Tanaman ganja pun jadi solusi terbaik para pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi untuk menghilangkan sakit akibat rasa sakit.
"Saya pikir kita butuh edukasi. Kita butuh studi soal penggunaannya secara tepat," tutur Jiratti.
Ia pun mengingatkan akan menjadi berisiko tinggi jika salah mengonsumsi ganja sebagai terapi pengobatan.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1089 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 864 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 685 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 636 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik