Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
KMP Nusa Dua Angkut 147 Penumpang Kandas di Selat Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di selat Bali, satu unit kapal motor penumpang (KMP) Nusa Dua mengalami black out (mesin mati) dan kandas areal dangkal di lampu boy merah Minggu (26/06/2022) sekira jam 05.00 WITA.
Dari informasi yang dihimpun, KMP Nusa Dua mengalami mati mesin setelah bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Jembrana sekitar jam 05.00 WITA.
Akibatnya kapal yang mengangkut 147 orang penumpang, 6 unit sepeda motor dan 36 unit kendaraan roda empat terseret arus kencang dan kandas di perairan dangkal (areal lampu kuning).
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke tim SAR Jembrana. Kemudian SAR bersama TNI AL, Polair Polres Jembrana dan BPTD Gilimanuk melakukan evakuasi terhadap penumpang kapal tersebut.
“Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi semua penumpang ke daratan untuk mwnghindari hal yang tidak diinginkan,” ungkap Koordinator Pos SAR Gilimanuk Jembrana I Dewa Hendri Gunawan.
Dalam proses evakuasi tersebut tim pencarian gabungan masing masing mengerahkan 1 unit boat untuk mempercepat proses pemindahan penumpang.
“Proses evakuasi dilakukan dari jam 06.00-08.10 WITA,” imbuhnya.
Saat ini kapal masih mengapung belum bisa bergerak. Kapal nahas ini akan ditarik menggunakan kapal tugboat namun harus menunggu air pasang.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 542 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 434 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 417 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 413 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik