Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Indekos di Bali Akan Diawasi Ketat Jelang KTT G-20
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengatakan pemerintah provinsi akan memperketat pengawasan indekos.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman terorisme menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan diselenggarakan pada akhir tahun nanti.
Untuk itu indekos dan penduduk pendatang di Bali kini akan diberi pengawasan ketat. Hal ini sebagai upaya mewaspadai ancaman teroris yang bersembunyi di indekos jelang KTT G20.
"Ini kan belajar dari pengalaman kita sebelumnya. Kejadian Bom Bali l, Bom Bali ll, memang pusat-pusat kerawanan di sana," kata Cok Ace di Kuta, Kabupaten Badung, Rabu (29/6).
Cok Ace menuturkan bahwa sudah ada ketentuan bahwa warga pendatang yang masuk ke Bali wajib lapor. Pengawasan di kawasan sekitar akan lebih diperhatikan.
"Penduduk pendatang wajib lapor, itu yang kita perhatikan sekarang (dan) untuk masa-masa yang akan datang lebih ketat, yang dulunya tidak terlalu banyak kita perhatikan," ujarnya.
Adapun KTT ke-17 G20 akan diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022.
KTT ini akan menjadi puncak dari proses dan usaha yang intensif dari seluruh alur kerja G20 selama setahun presidensi Indonesia. (sumber:suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4538 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2005 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1610 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun