Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Keluarga Tak Percaya Brigadir J Lecehkan Istri Kadiv Propam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Keluarga Brigadir J mengatakan bahwa pihaknya tak percaya brigadir tersebut melakukan pelecehan terhadap istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Hal itu lantaran Brigadir J begitu patuh dan jujur terhadap Ferdy Sambo beserta keluarganya.
"Tidak mungkin dia melakukan sebejat itu. Sama Bapak Ferdy Sambo saja dia sangat taat dan jujur," kata bibi Brigadir J, Rohani Simanjuntak.
Rohani mengungkap hubungan antara Brigadir J dan jenderal bintang dua itu sangat dekat. Ia menyebut Brigadir J menjadi orang kepercayaan Sambo. Bahkan, keponakannya itu kerap dipercaya untuk mengurusi keperluan rumah tangga atasannya tersebut.
Oleh karena itu, pihak keluarga menilai sangatlah tidak mungkin apabila Brigadir J melakukan perbuatan keji terhadap istri Sambo.
"Dia dipercaya bahkan belanja saja untuk keperluan rumah tangga dia yang dipercayakan. Masa dia melakukan sekeji itu, tidak mungkin. Kalau kami sebagai orang tua ya tidak mungkin," ujarnya.
Aksi polisi tembak polisi ini terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo yang terletak di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7) lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan Brigadir J meninggal dunia. Pelaku penembakan adalah Bharada E yang merupakan seorang ajudan pengamanan Kadiv Propam.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut bahwa Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.
Bharada E yang mendengar teriakan dari istri Sambo sontak mendatangi tempat kejadian. Brigadir J langsung menodongkan pistol dan menembak Bharada E. Namun, tidak ada peluru yang mengenai Bharada E.
Polri menyebut Bharada E balas menembak, sehingga menyebabkan Brigadir J meninggal dunia di lokasi.
Kepolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini demi menepis keraguan publik atas semua pemaparan Polri.
Menko Polhukam Mahfud MD sementara itu menilai banyak hal janggal dalam proses penanganan kasus baku tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Menurutnya, penjelasan Polri dalam kasus itu juga tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat.
"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," kata Mahfud.
Ia mengatakan kredibilitas Polri dan Pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini, sebab dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik berdasarkan hasil berbagai lembaga survei.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 542 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 434 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 417 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 413 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik