Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Hidupkan Euforia Musik, CLF Hadirkan Kunto Aji dan Isyana
BERITABALI.COM, NTB.
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada dua tahun terakhir, turut berdampak kepada berbagai gelaran konser musik.
Setelah pandemi Covid-19 melandai, NTB khususnya Pulau Lombok, bakal kembali menggelar konser musik bertaraf nasional, salah satunya Circle Line Fest (CLF) 2022.
Konser perdana CLF 2022 akan menghadirkan bintang tamu penyanyi Kunto Aji dan musisi Isyana Sarasvati, yang berlokasi di Eks Bandara Selaparang pada Sabtu, 13 Agustus 2022 mendatang.
Brand Manager Circle Line Fest 2022, Safan Yuda Legian mengatakan, CLF 2022 hadir sebagai warna baru bagi industri musik di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok.
Selain menghidupkan euforia bermusik di Pulau Lombok CLF 2022 juga hadir sebagai gerakan kreatif yang bersifat berkelanjutan.
“Konser musik pertama CLF 2022 dimaksudkan sebagai launching atau pembukaan gelaran seni populer tersebut,” ujar Safan, Rabu (13/7).
Setelah gelaran perdana CLF 2022 diluncurkan, Safan dan tim bakal langsung menyiapkan konser kedua, ketiga, hingga seterusnya.
Menyoal konsep yang bakal ditawarkan pada CLF 2022, Safan menjelaskan, gerakan yang dilakukannya akan bekerjasama dengan berbagai pihak. Hal tersebut dilakukan untuk membangun lingkungan kreatif saling menguntungkan.
Menurutnya, pandemi Covid-19 telah menghantam banyak sektor dan membuat roda ekonomi nyaris lumpuh, terutama pada bidang kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Melalui Circle Line Fest, kami berkolaborasi untuk pulih bersama. Pemantiknya musisi nasional, yang bergerak tentu saja para pegiat lokal,” ujar Safan.
Mengenai kesuksesan konser perdana CLF 2022 pada 13 Agustus mendatang, bergantung dari dukungan masyarakat. Apabila masyarakat hendak menyisihkan uang untuk menikmati pertunjukkan yang ditawarkan, maka hal tersebut bakal berdampak secara sosial, dan ekonomi bakal pulih.
“Kami ingin bangun lingkungan kreatif yang tidak hanya menghasilkan karya bagus, tapi juga dapat menjadi peluang kebangkitan ekonomi bagi teman-teman. CLF bukan sekadar gelaran musik biasa, tapi juga gerakan kreatif berkelanjutan, selama gerakan ini berjalan, kami butuh dukungan dari masyarakat,” tegas Safan.
Ke depannya, apabila CLF berhasil, tidak menutup kemungkinan bahwa Safan beserta tim bakal mengundang lebih banyak musisi papan atas.
“Kalau perlu, lokasi konser dan artis nanti bakal ditentukan oleh teman-teman pendukung CLF. Kami akan jadikan CLF sebagai rumah bersama untuk bersenang-senang dan berekspresi,” tandas Safan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 543 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 435 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 417 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 413 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik