Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Rudal Rusia Hancurkan Gudang Gandum di Pelabuhan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rudal Rusia menghantam pelabuhan Odessa di Ukraina pada Sabtu (23/7). Ukraina mengatakan serangan ini sebagai 'ludah di wajah' karena terjadi sehari setelah perjanjian pembukaan ekspor gandum yang sempat berhenti karena konflik.
Baca juga:
Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global
Militer Ukriana mengatakan pertahanan udaranya telah menembak dua rudal, tetapi dua rudal lainnya mengenai pelabuhan.
Juru bicara kementerian luar negeri Ukraina mengatakan serangan ini 'ludah di wajah' dari Presiden Rusia Vladimir Putin kepada kesepakatan yang diprakarsai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim serangan di Odessa menunjukkan bahwa Rusia tak bisa menepati janjinya.
"Ini hanya menunjukkan satu hal: tidak peduli apapun yang Rusia katakan dan janjikan, mereka akan menemukan cara tidak melakukannya," kata Zelensky seperti diberitakan AFP.
Odessa adalah satu dari tiga pusat ekspor yang ditunjuk dalam perjanjian dan pejabat Ukraina mengatakan gandum sedang disimpan di pelabuhan itu ketika serangan terjadi.
Guterres, yang memimpin upacara penandatanganan perjanjian pada Jumat (22/7), mengutuk serangan itu, kata juru bicaranya. Dia mendesak semua pihak tetap pada kesepakatan.
"Produk-produk ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis pangan global dan meringankan penderitaan jutaan orang yang membutuhkan di seluruh dunia," ucap dia.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell menyalahkan serangan itu langsung kepada Rusia.
"Menyerang target penting untuk ekspor gandum sehari setelah penandatanganan perjanjian Istanbul sangat tercela dan sekali lagi menunjukkan pengabaian total Rusia terhadap hukum dan komitmen internasional," ucap Borrell.
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan serangan itu 'bener-benar mengerikan' dan 'sama sekali tidak beralasan'.
Sejauh ini belum ada komentar resmi dari Rusia tetapi Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan Rusia membantah melakukan serangan itu.
"Rusia mengatakan kepada kami mereka sama sekali tak ada hubungannya dengan serangan ini dan mereka menyelidiki masalah ini dengan cermat," kata Akar.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1212 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 943 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 774 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 704 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik