Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Rusia Disebut Bantah Hancurkan Gudang Gandum di Odessa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia membantah telah menyerang Pelabuhan Odessa di Ukraina pada Sabtu (23/7) atau sehari setelah perjanjian pembukaan ekspor gandum yang sempat berhenti karena konflik. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Ia mengatakan Rusia membantah serangan rudal itu dan akan menyelidikinya lebih lanjut.
"Rusia mengatakan kepada kami [bahwa] mereka sama sekali tak ada hubungannya dengan serangan ini dan mereka menyelidiki masalah ini dengan cermat," kata Akar, seperti dikutip dari Daily Sabah, Minggu (24/7).
Meski begitu, ia juga menuturkan serangan itu membuat pihaknya prihatin. Sebab, serangan terjadi satu hari setelah Negeri Beruang Merah berkomitmen di hadapan PBB dan Turki berdasarkan perjanjian Istanbul untuk membuka ekspor gandum.
"Fakta bahwa insiden seperti ini terjadi setelah kesepakatan yang kami buat kemarin benar-benar membuat kami prihatin," imbuh Akar.
Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, pihaknya dengan tegas mengutuk serangan itu. Ia menyebut sehari sebelumnya semua pihak membuat komitmen yang jelas di panggung global untuk memastikan pergerakan aman biji-bijian Ukraina dan produk terkait ke pasar global.
"Produk-produk ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis pangan global dan meringankan penderitaan jutaan orang. Orang yang membutuhkan di seluruh dunia. Implementasi penuh oleh Federasi Rusia, Ukraina, dan Turki sangat penting," kata Guterres.
Dikutip dari Firstpost, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, serangan ini ibarat 'ludah di wajah' dari Presiden Rusia Vladimir Putin kepada kesepakatan yang diprakarsai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres itu.
Ia menyebut, Rusia akan memikul tanggung jawab penuh untuk memperdalam krisis pangan global jika serangan itu membahayakan perjanjian.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menyalahkan serangan itu langsung kepada Rusia.
"Menyerang target penting untuk ekspor gandum sehari setelah penandatanganan perjanjian Istanbul sangat tercela dan sekali lagi menunjukkan pengabaian total Rusia terhadap hukum dan komitmen internasional," ucap Borrell.
Odessa adalah satu dari tiga pusat ekspor yang ditunjuk dalam perjanjian. Ukraina mengatkan, gandung tengah disimpan di pelabuhan itu saat serangan terjadi.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul. Perjanjian itu ditengahi oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres.
Perjanjian ini membuka jalan bagi ekspor jutaan ton biji-bijian Ukraina yang sangat dibutuhkan di seluruh dunia. Hal ini juga merupakan kesepakatan besar pertama antara kedua negara sejak perang.
Kesepakatan ini pun bertujuan untuk meringankan kelaparan akut yang menurut PBB menimpa 47 juta orang karena perang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 331 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 256 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 213 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun