Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Rusia Disebut Bantah Hancurkan Gudang Gandum di Odessa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia membantah telah menyerang Pelabuhan Odessa di Ukraina pada Sabtu (23/7) atau sehari setelah perjanjian pembukaan ekspor gandum yang sempat berhenti karena konflik. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Ia mengatakan Rusia membantah serangan rudal itu dan akan menyelidikinya lebih lanjut.
"Rusia mengatakan kepada kami [bahwa] mereka sama sekali tak ada hubungannya dengan serangan ini dan mereka menyelidiki masalah ini dengan cermat," kata Akar, seperti dikutip dari Daily Sabah, Minggu (24/7).
Meski begitu, ia juga menuturkan serangan itu membuat pihaknya prihatin. Sebab, serangan terjadi satu hari setelah Negeri Beruang Merah berkomitmen di hadapan PBB dan Turki berdasarkan perjanjian Istanbul untuk membuka ekspor gandum.
"Fakta bahwa insiden seperti ini terjadi setelah kesepakatan yang kami buat kemarin benar-benar membuat kami prihatin," imbuh Akar.
Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, pihaknya dengan tegas mengutuk serangan itu. Ia menyebut sehari sebelumnya semua pihak membuat komitmen yang jelas di panggung global untuk memastikan pergerakan aman biji-bijian Ukraina dan produk terkait ke pasar global.
"Produk-produk ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis pangan global dan meringankan penderitaan jutaan orang. Orang yang membutuhkan di seluruh dunia. Implementasi penuh oleh Federasi Rusia, Ukraina, dan Turki sangat penting," kata Guterres.
Dikutip dari Firstpost, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, serangan ini ibarat 'ludah di wajah' dari Presiden Rusia Vladimir Putin kepada kesepakatan yang diprakarsai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres itu.
Ia menyebut, Rusia akan memikul tanggung jawab penuh untuk memperdalam krisis pangan global jika serangan itu membahayakan perjanjian.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menyalahkan serangan itu langsung kepada Rusia.
"Menyerang target penting untuk ekspor gandum sehari setelah penandatanganan perjanjian Istanbul sangat tercela dan sekali lagi menunjukkan pengabaian total Rusia terhadap hukum dan komitmen internasional," ucap Borrell.
Odessa adalah satu dari tiga pusat ekspor yang ditunjuk dalam perjanjian. Ukraina mengatkan, gandung tengah disimpan di pelabuhan itu saat serangan terjadi.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul. Perjanjian itu ditengahi oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres.
Perjanjian ini membuka jalan bagi ekspor jutaan ton biji-bijian Ukraina yang sangat dibutuhkan di seluruh dunia. Hal ini juga merupakan kesepakatan besar pertama antara kedua negara sejak perang.
Kesepakatan ini pun bertujuan untuk meringankan kelaparan akut yang menurut PBB menimpa 47 juta orang karena perang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1212 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 943 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 774 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 704 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik