Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Rusia Disebut Bantah Hancurkan Gudang Gandum di Odessa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia membantah telah menyerang Pelabuhan Odessa di Ukraina pada Sabtu (23/7) atau sehari setelah perjanjian pembukaan ekspor gandum yang sempat berhenti karena konflik. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Ia mengatakan Rusia membantah serangan rudal itu dan akan menyelidikinya lebih lanjut.
"Rusia mengatakan kepada kami [bahwa] mereka sama sekali tak ada hubungannya dengan serangan ini dan mereka menyelidiki masalah ini dengan cermat," kata Akar, seperti dikutip dari Daily Sabah, Minggu (24/7).
Meski begitu, ia juga menuturkan serangan itu membuat pihaknya prihatin. Sebab, serangan terjadi satu hari setelah Negeri Beruang Merah berkomitmen di hadapan PBB dan Turki berdasarkan perjanjian Istanbul untuk membuka ekspor gandum.
"Fakta bahwa insiden seperti ini terjadi setelah kesepakatan yang kami buat kemarin benar-benar membuat kami prihatin," imbuh Akar.
Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, pihaknya dengan tegas mengutuk serangan itu. Ia menyebut sehari sebelumnya semua pihak membuat komitmen yang jelas di panggung global untuk memastikan pergerakan aman biji-bijian Ukraina dan produk terkait ke pasar global.
"Produk-produk ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis pangan global dan meringankan penderitaan jutaan orang. Orang yang membutuhkan di seluruh dunia. Implementasi penuh oleh Federasi Rusia, Ukraina, dan Turki sangat penting," kata Guterres.
Dikutip dari Firstpost, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, serangan ini ibarat 'ludah di wajah' dari Presiden Rusia Vladimir Putin kepada kesepakatan yang diprakarsai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres itu.
Ia menyebut, Rusia akan memikul tanggung jawab penuh untuk memperdalam krisis pangan global jika serangan itu membahayakan perjanjian.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menyalahkan serangan itu langsung kepada Rusia.
"Menyerang target penting untuk ekspor gandum sehari setelah penandatanganan perjanjian Istanbul sangat tercela dan sekali lagi menunjukkan pengabaian total Rusia terhadap hukum dan komitmen internasional," ucap Borrell.
Odessa adalah satu dari tiga pusat ekspor yang ditunjuk dalam perjanjian. Ukraina mengatkan, gandung tengah disimpan di pelabuhan itu saat serangan terjadi.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul. Perjanjian itu ditengahi oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres.
Perjanjian ini membuka jalan bagi ekspor jutaan ton biji-bijian Ukraina yang sangat dibutuhkan di seluruh dunia. Hal ini juga merupakan kesepakatan besar pertama antara kedua negara sejak perang.
Kesepakatan ini pun bertujuan untuk meringankan kelaparan akut yang menurut PBB menimpa 47 juta orang karena perang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5500 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2315 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1127 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan