Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
6 Prajuru Adat Kasus Pencabutan Penjor Warga Jadi Tersangka
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kasus pencabutan penjor di Desa Taro Kelod, Tegallalang, kini berujung tersangka. Polres Gianyar menetapkan 6 prajuru adat yang terlibat mencabut penjor di rumah I Ketut Warka saat Penampahan Galungan menjadi tersangka.
Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko membenarkan peningkatan status para prajuru.
“Iya keenam orang prajuru ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Hari ini mereka kita periksa sebagai tersangka,” ujarnya, Senin (25/7).
Para tersangka diantaranya I Wayan Wangun (Kelian Adat Taro Kelod), Made Arsa Nata alias Daging (Bendahara), I Ketut Gede Adnyana (Wakil Adat Tempek Delod Sema), I Ketut Wardana (Kelian Adat Tempek Kauh), I Ketut Suardana (Pekaseh Subak Taro Kelod), dan I Made Wardana (Sekretaris Kelian Adat).
Ditambahkan lebih lanjut, penetapan tersangka atas hasil pemeriksaan, rekontruksi hingga keterangan para ahli. Polisi pun menjerat mereka dengan pasal 170 ayat (1), Pasal 156 huruf a dan Jo pasal 55 KUHP tentang perusakan dan penistaan agama.
“Dengan ancaman selama-lamanya lima tahun,” tutupnya.
Kasus berawal dari permasalahan tanah yang berlanjut ke kasus adat. Karena Warka dianggap menempati lahan adat, maka penjor yang ditancapkan dicabut. Warka lalu lapor ke polisi dan telah diproses dengan menggelar rekontruksi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2316 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan