Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Putin Kecam Pembunuhan Anak Sekutunya: Kejahatan Keji
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam pembunuhan anak dari filsuf Alexander Dugin, Daria Dugina, yang tewas gegara bom mobil yang terpasang di kendaraannya. Putin menyebut ledakan yang merenggut Dugina sebagai kejahatan keji.
Baca juga:
Biang Kerok China Mengalami 'Resesi Seks'
"Kejahatan yang keji dan kejam mengakhiri hidup Daria Dugina, seseorang yang cerdas, berbakat, dan memiliki hati Rusia sebenarnya, yakni baik, penyayang, peduli, dan terbuka," kata Putin dalam pesan kepada keluarga Dugina yang dirilis Kremlin pada Senin (22/8), dikutip dari AFP.
Dugina sendiri terbunuh dalam insiden bom mobil pada Sabtu (20/8) sekitar pukul 21.00, seperti dilansir CNN. Ia tewas di lokasi kejadian.
Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) menuding pasukan rahasia Ukraina sebagai penyebab kematian Dugina.
"Kejahatan itu disiapkan dan dilakukan oleh pasukan rahasia Ukraina," demikian pernyataan FSB dalam kantor berita Rusia.
FSB mengklaim pelaku kejahatan ini merupakan perempuan Ukraina yang lahir 1979. FSB juga mengidentifikasi perempuan itu bernama Natalia Vovk.
FSB mengklaim penyerang Dugina tiba di Rusia pada Juli dengan anak perempuannya. Keduanya tinggal di apartemen dekat tempat tinggal Dugina.
FSB juga menuturkan penyerang mengikuti Dugina dengan mobil Mini Cooper berplat yang terdaftar di Kazakhstan, Ukraina, dan Donetsk. Badan itu juga mengklaim penyerang kabur dari Rusia ke Estonia menggunakan mobil yang sama.
Baca juga:
Rusia Ungkap Kapan Akhiri Perang di Ukraina
Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri Estonia menolak memberikan komentar atas informasi tersebut. Kementerian Dalam Negeri Estonia dan penjaga perbatasan negara itu juga masih belum merespons permintaan komentar dari Reuters.
Di sisi lain, beberapa laporan media mengatakan Dugina meminjam mobil ayahnya, Alexander Dugin, tak lama sebelum ledakan terjadi. Dugin sendiri merupakan salah satu pengamat ultranasionalis Rusia. Ia diketahui mendukung operasi militer Moskow di Ukraina.
Bahkan, Dugin disebut-sebut sebagai 'otak' Putin. Ia juga disebut-sebut terlibat dalam keputusan Putin menginvasi Kyiv.
Dugin merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran sanksi Barat setelah Rusia mencaplok Crimea pada 2014. Ia juga mendukung pencaplokan tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1588 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1199 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1048 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah