Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Wasir Hingga Benjolan Keluar dari Anus, Haruskah Dioperasi?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wasir merupakan penyakit yang terjadi di daerah anus, ditandai dengan adanya pembuluh darah yang bengkak dan meradang, sehingga mengakibatkan pendarahan. Tapi banyak penderitanya menganggap penyakit ini aib.
Meski begitu, sebenarnya wasir pada hakekatnya bukanlah penyakit yang berisiko kematian.
"Adanya ketidaknyamanan pada saat buang air besar dan ketika duduk, bahkan disertai benjolan, rasa gatal, maupun pendarahan. Wasir biasanya terjadi karena mengejan terlalu keras saat buang air besar dan juga Obstipasi. Wasir dapat dialami oleh setiap kita," MRCCC Siloam Semanggi, dr. Roys A. Pangayoman, Sp. B. selaku dokter spesialis bedah dalan keterangannya, baru-baru ini.
Pada pasien hemorrhoid, penanganan wasir dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahannya.
"Pada kasus dengan benjolan yang bengkak yang sudah keluar dari anus, operasi menjadi cara atau terapi yang paling efektif dibandingkan penyembuhan dengan obat saja. Metode operasi wasir terus berkembang di dunia kedokteran." Jelas dr. Roys.
Berbicara mengenai metode operasi, dr. Roys menjelaskan mengenai salah satu metode operasi wasir dengan rasa sakit yang minimal.
Dg-HAL RAR, yaitu Doppler Guide Hemorrhoid Artery Ligation Recto Anal Repair menggunakan doppler ultrasound untuk mendeteksi sumber pembuluh darah penyebab wasir.
Baca juga:
8 Penghambat Penurunan Tekanan Darah Tinggi
Metode operasi Dg-HAL RAR merupakan tindakan penjahitan tanpa pemotongan yang dapat mengurangi aliran darah berlebih ke anus dan membantu wasir kempis dengan sendirinya.
dr. Roys menambahkan, "Dibandingkan metode operasi lainnya, Dg-HAL RAR menjadi metode operasi wasir ter-update dengan keuntungan speedy recovery dan less pain."
Di sisi lain, faktor gaya hidup juga memengaruhi, baik dari segi antisipasi maupun proses penyembuhan. Setelah operasi, mungkin saja pasien mengalami keluhan hemorroid kembali.
Maka dari itu, pentingnya asupan serat, olahraga, dan air mineral yang wajib dipenuhi. Hindari mengangkat barang terlalu berat dan duduk terlalu lama. Pada saat Buang Air Besar (BAB), hindari mengejan terlalu keras dan pastikan setelah BAB segera keringkan daerah anus.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3306 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1101 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 497 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 468 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun