Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Jokowi Umbar Ancaman Pecat ke Imigrasi Jika Persulit Layanan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sistem imigrasi yang ada saat ini untuk diubah total karena dinilai 'bergaya lama' serta menghalangi investor dan wisatawan masuk.
Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat mengenai visa on arrival (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (9/9) kemarin.
"Saya harapkan ini betul-betul, nanti dari setelah rapat ini terjadi perubahan yang total terhadap imigrasi kita. (Saat ini) Belum berubah sama sekali," ujarnya dalam video yang diunggah di kanal youtube Sekretaris Presiden pada Sabtu (10/9).
Kepada jajaran menterinya, Jokowi mengaku banyak investor dan turis yang menyampaikan keluhan kepadanya, bahwa sangat sulit untuk mendapatkan izin tinggal di Indonesia. Mereka mengeluhkan sistem imigrasi yang ada saat ini masih sangat mengatur dan mengontrol.
Oleh sebab itu, Jokowi berharap hal tersebut bisa diubah dengan cara apapun. Dirinya juga tidak mempermasalahkan apabila seluruh jajaran Direktur Jenderal (Dirjen) hingga bawahannya diganti semua.
"Ini yang diubah total, harus. Yang seharusnya auranya adalah memudahkan dan melayani. Harus berubah total. Kalau perlu Dirjennya diganti, bawahnya diganti semua, biar ngerti kalau kita ingin berubah. Kalau kita ingin investasi datang, turis datang, harus diubah," tuturnya.
Jokowi menegaskan kedatangan investor dan turis asing ke dalam negeri memberikan kontribusi besar pada perekonomian, seperti negara maju yang sangat cepat dan mudah dalam memberikan layanan visa. Ia menilai, cara itulah yang seharusnya dicontoh dan diterapkan di Indonesia.
"Urusan imigrasi kita yang memang masih gaya lama. Ini yang begini-begini ini bermanfaat sekali bagi rakyat kita. Kita harus mulai betul-betul, Pak Menteri, mengubah ini, Pak," katanya.
"Ganti itu kalau kira-kira memang nggak punya kemampuan untuk reform seperti itu, ganti semuanya dari dirjen sampai bawahnya, ganti, akan berubah. Kalau ndak, nggak akan berubah kita," imbuhnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4463 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2238 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1013 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun