Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Xi Jinping Perdana 'Keluar Kandang' Demi Temu Putin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden China Xi Jinping akan meninggalkan China untuk pertama kalinya dalam dua tahun lebih untuk mengunjungi Uzbekistan dan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Dinas luar negeri yang pertama dilakukan Xi sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.
Xi dijadwalkan melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan pada Rabu (14/9) dan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kota Samarkand.
Istana Kepresidenan Kremlin mengatakan Xi dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT tersebut. Penasihat Kebijakan Luar Negeri Rusia, Yuri Ushakov, juga sebelumnya mengatakan Putin akan bertemu Xi di KTT tersebut namun tak memberikan rincian soal waktu dan apa yang akan dibahas kedua presiden itu.
Namun, pertemuan Xi dan Putin ini berlangsung ketika Barat dan Rusia masih tegang gegara invasi Moskow ke Ukraina. Relasi Amerika Serikat dan China juga terus memanas akibat lawatan sederet pejabat Negeri Paman Sam ke Taiwan selama Agustus kemarin.
Dikutip Reuters, pertemuan Xi dan Putin ini dinilai menjadi kesempatan keduanya menggarisbawahi pengaruh China, sementara Putin juga bisa menunjukkan pengaruh Rusia terhadap Asia yang cukup besar.
Selain itu, sejumlah pengamat menilai pertemuan ini bisa menjadi momen kedua presiden menunjukkan kekompakan menentang pengaruh AS dan negara Barat.
"Ini semua tentang Xi menurut saya, dia ingin menunjukkan betapa percaya diri dia di dalam negeri dan dilihat sebagai pemimpin internasional negara-negara yang menentang hegemoni Barat," kata pengamat politik internasional sekaligus penulis buku tentang Xi berjudul "Bendera Merah", George Magnus.
"Secara pribadi saya membayangkan Xi akan paling cemas tentang bagaimana perang Putin akan berlangsung dan memang jika Putin atau Rusia ikut bermain di beberapa titik dalam waktu dekat karena China masih membutuhkan kepemimpinan anti-Barat di Moskow," paparnya menambahkan.
Sementara itu, dosen senior studi politik dan hubungan internasional di UNSW Sydney, Alexander Korolev, mengatakan lawatan perdana Xi ke luar negeri ini menunjukkan "China bersedia untuk tidak hanya melanjutkan 'bisnis seperti biasa' dengan Rusia tetapi bahkan menunjukkan dukungan eksplisit dan mempercepat pembentukan keselarasan China-Rusia yang lebih kuat."
Sejak invasi Rusia ke Ukraina terjadi, China terus mendapat kritik dari Barat lantaran gagal mengecam tindakan Putin dan ogah menerapkan sanksi untuk menghentikan gempuran ke Ukraina.
"Beijing enggan menjauhkan diri dari Moskow bahkan ketika menghadapi konsekuensi terhadap reputasi yang serius dan risiko menjadi target sanksi ekonomi sekunder," ucap Korolev.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2249 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1565 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun