Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Milenial Didorong Bantu Petani Pasarkan Produk Pertanian
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Generasi milenial didorong untuk mengambil peran dalam membantu petani memasarkan dan memanfaatkan produk hasil pertanian.
Mengingat selama ini petani mengalami kendala dalam memasarkan hasil pertanian, bahkan sering terjadi ketika musim panen harga produk pertanian sangat murah.
“Pada era millenial ini, peran generasi muda sudah mulai berkurang dalam pengelolaan pangan. Semestinya mahasiswa mampu meningkatkan jiwa enterpreneurship yang dapat menjadi bekal masa depan, sehingga akan mampu menghasilkan peluang kerja di bidang pangan,” kata Ketua Matching Fund 2022, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, S.TP., M.Si di sela-sela Pameran dalam rangka Dies Natalis Universitas Warmadewa yang ke 38 tahun 2022 di Denpasar pada Selasa (13/9).
Menurut Wanita yang juga Kaprodi Ilmu Teknologi Pangan-Unwar ini, salah satu strategi pemasaran yang dapat dilakukan generasi muda adalah melalui pameran produk hasil pertanian. Melalui pameran mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan produk hasil pertanian, tetapi juga berinteraksi serta menjual langsung kepada konsumen.
Sementara dalam Pameran dalam rangka Dies Natalis Universitas Warmadewa yang ke 38, Tim Matching Fund 2022, Fakultas Pertanian-Unwar memamerkan memamerkan produk hasil pertanian terintegrasi.
Pangan merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Melalui, Mahasiswa serta generasi muda yang tergabung dalam Agro Learning Centre dari Yayasan Tamiang Bali memamerkan produk hasil pertanian terintegrasi yang sudah mereka terapkan.
Dengan kegiatan ini mahasiswa mampu meningkatkan jiwa enterpreneurship yang dapat menjadi bekal masa depan, sehingga akan mampu menghasilkan peluang kerja di bidang pangan.
Hasil pertanian terintegrasi yang dipamerkan diantaranya kegiatan perikanan dan hasil olahannya, dimana pakan ikan diperoleh dari limbah peternakan. Kegiatan peternakan ayam kampung, yang diberikan pakan fermentasi dari limbah sayur dari hasil pertanian, dan dari limbah olahan empon-emponan.
Terdapat juga hasil kegiatan pertanian berupa sayuran eksklusif, kangkung, sayur hijau, yang dipupuk dari limbah peternakan, perikanan, dan hasil olahan pangan. Selain produk hasil perikanan, perikanan, dan peternakan dijual dalam bentuk segar, mahasiswa juga mengolah dan menjual dalam bentuk olahan pangan seperti jahe instan, kunyit instan, minuman kunyit, olahan ayam kampung panggang dan betutu ayam. Dengan menjual hasil olahan akan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil panen.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2258 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 951 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun