Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Bentol-Bentol Tanda Biduran, Dokter Ungkap Cara Mengatasinya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sering kali kulit tiba-tiba muncul bentol-bentol yang cukup gatal dan merah. Kondisi ini sendiri biasa dikenal dengan nama biduran. Biasanya, biduran muncul akibat alergi yang dialami seseorang karena suatu zat yang masuk atau menyentuh tubuh orang tersebut.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Serta Konsultan Alergi Imunologi Klinik, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI mengatakan, kondisi biduran sendiri bisa disebabkan karena dua faktor, alergen maupun non alergen.
Untuk faktor alergen, biasanya ini reaksi yang bisa dicegah dengan menghindari zat-zat yang membuat tubuh menjadi alergi dan biduran. Namun, untuk non alergen, biasanya sering muncul begitu saja karena faktor lingkungan.
“Biduran itu adanya kelainan kulit yang disebabkan alergen maupun non alergen, biasanya ditandai dengan munculnya bentol, kemerahan, dan rasa gatal,” ucap Prof. Iris dalam webinar kesehatan (6/10/2022).
Untuk alergen yang menyebabkan biduran pada seseorang sendiri beragam, mulai dari makanan laut (udang, ikan tongkol, dan lain-lain), telur, kacang-kacangan, ubur-ubur, atau debu tungau.
Sementara itu, untuk biduran karena faktor non alergen bisa disebabkan berbagai hal seperti udara terlalu dingin atau panas, cahaya matahari yang mengenai kulit berlebihan, atau adanya tekanan pada kulit.
Selain faktor penyebabnya, biduran sendiri juga dikenal dengan dua jenis, yaitu akut dan kronis. Pada biduran akut, Prof. Iris menjelaskan, kondisi ini biasanya tidak begitu parah. Kondisi biduran yang muncul juga kurang dari 6 minggu. Selain itu, biduran akut biasanya diketahui penyebabnya.
Sedangkan untuk biduran kronis, jenis ini biasanya berlangsung lebih dari enam minggu. Selain itu, 70 persen penderita tidak diketahui sebab biduran tersebut muncul. Biduran kronis sendiri juga dibagi menjadi dua di antaranya sebagai berikut.
- Biduran kronis kontinyu, gejala yang muncul biasanya dialami setiap hari atau sebagian besar hari dalam seminggu.
- Biduran kronis rekuren, gejalanya biduran ini muncul dalam waktu interval. Artinya, kondisi ini dapat terjadi beberapa hari sampai minggu.
Cara mengatasi
Untuk mengatasi agar biduran alergi ini tidak muncul, diperlukan perawatan dan cara mengobati yang perlu diketahui. Berdasarkan penjelasan Prof. Iris, cara mengatasi biduran di antaranya:
- Menghindari faktor yang menyebabkan alergi terjadi.
- Siapkan obat antihistamin generasi kedua untuk berjaga-jaga jika alergi muncul.
- Pada biduran kronis yang berkepanjangan, untuk pemakaian obat jangka panjang perlu dievaluasi selama 3-6 bulan.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1785 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1671 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1252 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1108 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah