Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Penjual Dawet Gadungan Itu Suprapti Fauzi, Eks Pengurus PSI
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Suprapti Fauzi, penjual dawet gadungan di Kanjuruhan yang mendiskreditkan suporter Arema FC, rupanya merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sebelum diketahui identitasnya, rekaman suara penjual dawet itu viral diperbincangkan. Dalam rekaman yang beredar Suprapti menyebut banyak suporter Aremania sudah dalam keadaan mabuk sebelum terjadi Tragedi Kanjuruhan.
"Wong suporter sakdurunge wis ngombe kabeh (suporter sebelumnya sudah pada minum). Yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol," kata si penjual dawet dalam rekaman suara itu.
Ketua DPD PSI Kabupaten Malang Yosea Suryo Widodo mengamini perempuan bernama Suprapti Fauzi itu kader partainya. Namun, sudah bukan lagi pengurus.
"Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020," ujar Yosea dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/10).
Yosea tengah menelusuri status keanggotaan Suprapti di PSI. Menurut Yosea, pihaknya bakal segera memecat Suprapti apabila dirinya masih tercatat sebagai kader.
Sejauh ini, Suprapti telah bertemu dan meminta maaf ke salah satu keluarga korban tewas dalam Tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam lalu. Dia juga mengaku bukan orang suruhan.
Momen tersebut diabadikan dalam bentuk video dan diunggah oleh akun Twitter @AremaniaCulture. CNNIndonesia.com sudah mendapatkan izin dari akun tersebut untuk mengutip unggahannya.
"Memohon maaf karena berhubung dengan voice note yang beredar kemarin saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum, ya, demi Allah, saya Lillahi Ta'ala meminta maaf kepada panjenengan memohon dengan sangat tolong maafkan saya bila ada kata saya yang salah ya mbak," kata Suprapti pada lawan bicaranya dalam rekaman video itu.
"Dan untuk mas-masnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena enggak ada tujuan saya untuk menjelekkan siapapun di sini," imbuhnya seraya melihat orang lain di dalam ruangan tersebut.
Aremania yakin Suprapti adalah penjual dawet yang rekaman suaranya sempat beredar. Aremania ingin persoalan ini diusut tuntas agar ada efek jera.
"Insya Allah benar. Tetap usut tuntas biar sebagai pelajaran. Apalagi fitnah orang jual dawet yang hasil dari keringat sendiri," kata Agus Babon, Aremania asal Kota Malang, Rabu petang.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian mengaku sebagai pihak yang menginisiasi pertemuan antara Suprapti dengan keluarga korban.
"Ibu itu infonya banyak yang cari, jadi kita kasih petugas untuk menjaga situasi supaya kondusif," kata dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8564 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5914 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3716 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2543 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar