Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Ancaman Yang Disebut Jokowi dan Sri Mulyani Kini Jadi Nyata
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beberapa waktu terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering mengungkapkan situasi dunia kini amat mengerikan. Banyak negara dimungkinkan akan ambruk sehingga mendorong dunia jatuh ke jurang resesi. Hal yang senada juga diungkapkan oleh sederet menteri, salah satunya Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan.
Situasi yang mengerikan tersebut secara tak sadar ternyata sudah berdampak ke Indonesia. Sederet industri, seperti tekstil, garmen dan alas kaki kini alami kejatuhan bahkan sampai mengambil opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.
"Secara umum garmen tekstil alas kaki itu pasarnya adalah pasar ekspor dan di tengah kondisi global yang sekarang ini mengalami perlambatan ekonomi bahkan resesi," kata Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah.
"Permintaan ekspor itu sangat turun dan oleh karena itu berdampak kepada produksi mereka, pegawai mereka, tenaga kerja mereka dan itu yang mendorong mereka melakukan PHK," jelasnya.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), industri tekstil dan pakaian jadi alami perlambatan ekonomi dengan pertumbuhan 8,09 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2022. Padahal kuartal sebelumnya industri ini mampu tumbuh 13,74 persen yoy.
Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan ada penurunan tenaga kerja di industri tersebut selama periode Agustus 2021 - Agustus 2022 dari 1,13 juta orang menjadi 1,08 juta orang.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (7/11/2022) menilai perlambatan terjadi karena ekonomi dunia, khususnya mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan China kini sedang alami penurunan yang signifikan.
"Pelemahan permintaan global akan menahan laju ekspor ke depan dan mulai berdampak dari sektor tekstil dan produk tekstil," jelas Airlangga.
Penurunan tajam dialami oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang -1,74 persen (yoy) dari 6,49 persen kuartal sebelumnya. Pengadaan gas dan produksi es tumbuh melambat 1,12 persen dari 6,03 persen, industri kimia, farmasai dan obat - 3,50 persen dari 2,10 persen, industri kayu dan turunannya -4,31 persen dari 5,36 persen dan industri furnitur -3,85 persen dari -0,16 persen.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 884 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 390 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 341 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 317 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 254 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar