Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Warga di Sekitar Gunung Semeru Mulai Evakuasi Hewan Ternak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penduduk desa di sekitar Gunung Semeru mulai mengevakuasi hewan ternaknya ke tempat aman, Senin (5/12). Hewan-hewan itu berupa sapi, kambing dan ayam.
Dibantu petugas, warga mulai mengevakuasi hewan ternak di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro.
"Pagi ini masyarakat mulai evakuasi hewan ternak dibantu petugas di Kajar Kuning, kalau di Kampung Renteng relatif aman," kata Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arif.
Samsul mengatakan, Dusun Kajar Kuning menjadi daerah terparah terdampak erupsi Semeru. Karena itu, Evakuasi hewan ternak tidak bisa dilakukan pada hari pertama dikarenakan kondisi medan yang masih rawan.
Evakuasi hewan ternak ini, kata dia, penting untuk memastikan keamanan aset milik warga. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya aksi kejahatan dari orang yang memanfaatkan kelengahan warga.
Hal itu berkaca pada kejadian tahun lalu, di mana banyak warga yang kehilangan hewan ternak saat erupsi terjadi.
"Menurut pantauan kami ternak dikumpulkan di Penanggal dan Huntap di sana ada kandang dijadikan satu, untuk mencukupi kebutuhan pangan di sana ini kami belum tahu," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2013 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1617 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun