Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Harta Karun Yang Dicari Jokowi Ternyata Ada di Lumpur Lapindo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia memiliki 'harta karun' yang berlimpah, salah satunya harta karun berupa sumber daya mineral. Nah yang terbaru, rupanya di Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur, terdapat kandungan mineral kritis yakni Lithium dan juga Stronsium.
Lithium adalah mineral kritis yang bisa menjadi. bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik. Sementara Stronsium adalah bahan baku industri elektronik.
Seperti yang diketahui, bahwa Lithium saat ini sedang dicari-cari oleh pemerintah khususnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam perhelatan perhelatan KTT G20 di Bali beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sempat merayu Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese untuk bekerja sama memproduksi baterai mobil listrik di Indonesia. Jokowi meminta Albanese untuk langsung membawa Lithium-nya ke Indonesia.
"Saya hanya menawarkan kepada PM Anthony Albanese. Kita (Indonesia) punya nikel, kalau digabung itu bisa jadi baterai mobil listrik. Saya minta kepada PM Albanese untuk Lithiumnya bisa dibawa ke Indonesia. Kita bersama-sama melakukan hilirisasi di Indonesia," kata Jokowi dalam acara B20 Summit Indonesia di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).
Bak gayung bersambut, ternyata keinginan Jokowi mencari Lithium itu tak perlu sampai ke Australia, tapi di Indonesia sendiri ternyata ada. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuktikan bahwa terdapat kandungan mineral logam kritis yakni Lithium dan Stronsium.
Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM, Hariyanto menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan pendahuluan pada tahun 2020 di daerah bagian selatan Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.
"Di tahun 2022 ini kita tidak lanjuti dengan melakukan penyelidikan pendahulan di daerah sisi utara Lumpur Lapindo, Sidoarjo," ungkap Heriyanto.
Saat ini, kata Hariyanto, temuan Lithium dan Stronsium yang ada di Lumpur Lapindo itu sedang dilakukan pengujian ekstraksi oleh mitra di Kementerian ESDM tepatnya di balai besar pengujian mineral dan batu bara atau TEKMIRA. Tak hanya itu, ada juga kerjasama dalam hal pengujian dan eksplorasi serta ekstraksi atas Lithium dan Stronsium tersebut.
Dari catatannya Badan Geologi, kandungan Lithium di Lumpur Lapindo, Sidoarjo itu kadarnya mencapai 99 - 280 PPM sementara untuk Stronsium kadarnya mencapai 255 - 650 PPM. "Nah ini terus kami update datanya karena untuk tahun 2022 masih dalam analisis dilaboratirum kami," ungkap Heriyanto.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun