Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Hartanya Rp17,17 T, Ini Sosok Orang Kaya Tertua di Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Salah satu yang menarik adalah ada salah satu konglomerat yang berusia diatas 90 tahun dan masuk jajaran tersebut.
Bisa dibilang, dia merupakan orang terkaya Indonesia dengan usia paling tua. Ia adalah seorang pendiri perusahaan produsen minyak sawit yang terdaftar di Singapura. Adapun orang tersebut yakni Lim Hariyanto Wijaya Sarwono.
Forbes mencatat, Lim Hariyanto memiliki kekayaan bersih senilai US$ 1,1 miliar atau setara dengan Rp17,17 triliun dengan asumsi kurs saat ini Rp15.616 per US$. Dengan kekayaan bersih tersebut, Pria yang saat ini berusia 94 tahun tersebut menjadi orang terkaya ke 36 atau meningkat dari posisi tahun lalu yang di angka 41.
Itu sekaligus menobatkannya sebagai orang terkaya Indonesia paling tua saat ini, diatas Mochtar Riady yang berusia 93 tahun. Lim Hariyanto dan keluarganya memiliki saham mayoritas di produsen minyak sawit yang terdaftar di Singapura, yakni Bumitama Agri, di mana perkebunannya juga berada di Indonesia.
Dirinya memiliki 7 anak, di mana dua anaknya menjadi pemegang peran paling penting di beberapa perusahaan miliknya. Salah satu putranya, yakni Lim Gunawan Hariyanto merupakan CEO Bumitama Agri, sedangkan salah satu putrinya, yakni Christina merupakan presiden komisaris perusahaan sekuritas, Harita Kencana Sekuritas.
Lim yang juga pendiri Grup keluarga Harita juga memiliki mayoritas perusahaan pertambangan bauksit yang terdaftar di Indonesia, yakni PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA).
Awal kehidupannya, ayah Lim Hariyanto, yakni Lim Tju King merupakan seorang berkewarganegaraan Cina asal Fujian yang kemudian pindah ke Kalimantan Timur. Beliau pindah karena kemelut antara sisi nasionalis melawan sisi komunis pada saat itu.
Setelah pindah dari Cina, ayahnya memulai dengan bekerja serabutan, mulai dari berdagang bahkan menjadi kuli juga beliau kerjakan. Walaupun upah buruh yang diterima oleh ayah Lim saat itu sangatlah sedikit, namun beliau tetap berhemat dan selalu menabung sebisa mungkin.
Ketika tabungannya sudah cukup, beliau pun memulai menjalankan toko kelontong kecil-kecilan, toko kelontong ini beliau jalankan mulai tahun 1915. Seiring berjalannya waktu, toko kelontong yang dijalankan Lim Tju King berjalan sukses besar dan bahkan bertambah luas hingga ke berbagai usaha.
Bahkan, usaha Lim Tju King diteruskan ke anaknya yakni Lim Hariyanto.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 145 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 124 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 98 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 78 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 71 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar