Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kemenag Investigasi Dugaan Santriwati Hamil hingga Melahirkan di Ponpes
BERITABALI.COM, NTB.
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Tengah turun investigasi kasus santriwati Kelas II MA yang diduga hamil dan melahirkan di pondok pesantren. Santriwati ini diduga dihamili kekasihnya yang sama-sama nyantri di Pondok Pesantren (Ponpes) tersebut.
“Saya tidak dapat laporan tapi tahu informasi dari media,” ungkap Kasi Pendidikan Pondok Pesantren Kemenag Lombok Tengah, H Hasanudin, dikutip TribunLombok.com, Rabu (18/1).
Baca juga:
Ketua Asrama Sodomi Santri di Ponpes
Kasus santriwati hamil hingga melahirkan di pondok pesantren itu baru terbongkar setelah santriwati diketahui melahirkan bayi hasil hubungan dengan kekasihnya. Kemudian proses melahirkan dilakukan di wilayah Kabupaten Lombok Utara.
Dengan terbongkarnya kasus ini, kedua santri dan santriwati itu dikeluarkan dari pondok pesantren baru-baru ini.
“TKP bukan di pondok pesantren,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Kemenag Lombok Tengah, asrama pondok bagi santri dipastikan belum ada izin dari Kemenag. Untuk itu, pihaknya memberikan pembinaan kepada pihak pondok untuk melakukan beberapa hal.
Pertama, melakukan pemisahan antar santri laki-laki dengan santri perempuan dan membuat pintu-pintu khusus. Kedua, memperbaiki dan mengubah sarana dan prasarana.
Ketiga, melakukan pengawasan dan memperbanyak tenaga pendidik pengawas, keempat membuat jadwal piket dan waktu istirahat.
"Untuk kelanjutan sekolah kami sudah berikan solusi kepada pihak yayasan dan sekolah untuk saling berkoordinasi untuk program piket,” jelasnya.
Dalam kejadian ini, Kemenag Lombok Tengah mengimbau orang tua santri dan pihak pengelola Ponpes. Mereka diharapkan lebih awas dan peka dengan kondisi pondok dan asrama. Membangun sinergitas dengan semua personel di pondok, mengaktifkan jadwal piket dan kegiatan.
Membenahi lingkungan, memperbanyak kajian tentang ahklak budi pekerti dan pengawasan penggunaan HP, bila perlu ditiadakan HP selama di pondok dan asrama.
Baca juga:
Viral Video Pengakuan Seorang Santri Yang Mengalami Kekerasan Seksual di Kamar Mandi Masjid
Atas kejadian ini, pihak pondok dan yayasan belum ada yang mau memberikan keterangan dalam kasus ini. Mereka menolak untuk diwawancarai saat beberapa kali dikonfirmasi tapi menolak.
“Mohon maaf, mohon maaf sekali lagi,” jawab petinggi ponpes yang menolak disebut identitasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang