Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Insentif Kendaraan Listrik Masih Dihitung Kemenkeu, Jokowi: Motornya Dulu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan saat ini jumlah insentif untuk kendaraan listrik masih dihitung oleh Kementerian Keuangan.
Ia juga memastikan insentif untuk kendaraan listrik masih diprioritaskan untuk sepeda motor listrik.
"Insentif masih dihitung kementerian keuangan. Berapa mobil dan motornya Tapi yang didahulukan motornya dulu," ujar Jokowi saat mengunjungi pameran otomotif IIMS 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini.
Namun demikian, lanjut Jokowi, insentif untuk mobil listrik akan tetap di kalkulasi. Secara produk, mobil listrik juga belum begitu banyak tersedia.
"Wong mobil listrik saya tanya ngantri ada yang setahun. Dua bulan enam bulan, inden. Tapi tetap dalam perhitungan dan kalkulasi," pungkas Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah saat ini tengah berupaya untuk memfinalisasi paket insentif pembelian kendaraan listrik.
Adapun untuk motor listrik akan diberikan subsidi sekitar Rp7 juta per unit. Sementara itu, untuk pembelian mobil listrik sendiri, pemerintah berencana untuk memberikan paket insentif berupa pengurangan pajak.
Luhut menargetkan pembahasan mengenai pemberian paket insentif kendaraan listrik dapat rampung pada Februari 2023. Dengan begitu, ia berharap insentif ini dapat mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan listrik. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 751 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 679 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 498 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 475 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik