Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Cak Imin Sebut Indonesia Dalam Bahaya Jika Sistem Pemilu Tertutup
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut Indonesia dalam keadaan bahaya apabila menerapkan sistem proporsional tertutup atau yang dikenal dengan sistem pemilu mencoblos partai.
Sistem pemilu proporsional terbuka atau coblos calon legislatif adalah yang digunakan di Indonesia sesuai aturan dalam undang-undang. Kini, sistem pemilu itu tengah digugat sejumlah pihak di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Sampai detik ini kita tidak tahu tiga hari lagi akan ada Keputusan MK dan kalau keputusan MK itu bersifat tertutup, tidak tahu kita. Artinya negeri ini sedang dangerous, sedang menghadapi keadaan bahaya, politik dalam keadaan bahaya," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).
"Nah ini tantangan berat konstelasi politik nasional kita berubah tanpa kita tidak tahu yang bakal terjadi," sambungnya.
Menurutnya, masyarakat kini tengah menghadapi tantangan yang benar-benar baru jika MK nantinya memutuskan sistem proporsional tertutup. Cak Imin pun menilai bahwa sistem tersebut tak masuk akal.
"Bayangkan kalau besok keputusan MK pemilihan umum bersifat tertutup, tidak logis, tidak logis," ujar pria yang pula dikenal sebagai Wakil Ketua DPR itu.
Cak Imin berpendapat pergantian sistem pemilu dari terbuka ke tertutup adalah sebuah hal yang tak adil. Menurutnya, perubahan sistem yang disebut sebagai bentuk perbaikan itu membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkannya.
"Jadi kalau merubah sistem hendaknya ketika mengakhiri pemilu, sehingga ada persiapan lima tahun untuk semua komponen pemilu menyiapkan diri. KPU, partai politik, masyarakat, pemilih, caleg, capres, semuanya harus menyiapkan diri," ucapnya.
Baca juga:
Jokowi Mania Dukung Prabowo di Pilpres
Perdebatan tentang sistem pemilu muncul setelah PDIP mendorong pemberlakuan kembali sistem proporsional tertutup. Mereka menilai sistem yang berlaku saat ini membuat pemilu mahal.
Dalam sistem proporsional tertutup, pemilih tidak bisa memilih caleg. Mereka hanya berhak memilih partai politik.
Parpol punya kendali penuh menentukan siapa yang duduk di parlemen. Perdebatan tentang sistem itu terus bergulir.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan usulan menerapkan kembali sistem proporsional tertutup di tengah proses Pemilu 2024 yang sudah berjalan.
"Tepat kah di tengah perjalanan yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik itu, utamanya oleh partai-partai politik peserta pemilu, tiba-tiba sebuah aturan yang sangat fundamental dilakukan perubahan?" tulis Presiden keenam RI itu dikutip dari laman Facebook resmi SBY, Minggu (19/2).
Dari sembilan partai di parlemen sejauh ini, hanya PDIP yang mendukung diterapkan sistem coblos partai. Sementara, delapan fraksi lainnya mulai dari Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PAN, PKS, Demokrat, dan PPP menolak wacana tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1566 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1178 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1026 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 904 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah