Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Makin Tegang, AS Tuding Jet Tempur Rusia Tabrak Drone Washington
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat menuding jet tempur Rusia menabrak drone mereka saat sedang terbang di atas Laut Hitam pada Selasa (14/3), tindakan yang dianggap dapat memicu ketegangan di kawasan.
Militer AS melaporkan insiden ini terjadi ketika dua jet tempur Su-27 Rusia berupaya mengintersepsi drone MQ-9 milik Negeri Paman Sam yang sedang terbang di ruang udara internasional.
"Pesawat MQ-9 melakukan operasi rutin di ruang udara internasional ketika diintersepsi dan ditabrak pesawat Rusia, menyebabkan kecelakaan dan kehilangan MQ-9," ujar komandan Angkatan Udara AS untuk Eropa, James Hecker, seperti dikutip CNN.
Hecker mengatakan jet tempur Rusia itu sempat membuang bahan bakar ke atas drone AS, diduga untuk merusak pesawat nirawak tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Patrick Ryder, mengklaim salah satu jet itu kemudian terbang di depan drone tersebut dengan manuver berbahaya.
Sekitar 30-40 menit setelahnya, tepatnya pukul 07.03 waktu setempat, salah satu dari dua jet itu menabrak drone AS itu hingga baling-balingnya rusak. Alhasil, drone itu jatuh ke Laut Hitam.
"Tindakan berbahaya dan tidak profesional ini bahkan nyaris membuat kedua pesawat Rusia itu jatuh," ucap Hecker.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, menyatakan Rusia memang biasa melakukan intersepsi di Laut Hitam. Namun, manuver kali ini tak biasa dan sangat berbahaya.
Namun, Rusia sendiri membantah jetnya menabrak drone itu.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim mereka mendeteksi drone AS itu berada di "atas perairan Laut Hitam, di area Semenanjung Crimea" dan terbang "menuju perbatasan negara Rusia."
Berdasarkan keterangan Rusia, transponder drone itu mati ketika terbang. Awak jet tempur Rusia pun mendekati drone itu untuk proses identifikasi.
Menurut Rusia, drone AS itu jatuh sendiri karena manuver tajam.
"Karena manuver tajam, kendaraan udara nirawak itu tak terkendali dan kehilangan ketinggian, kemudian bertabrakan dengan permukaan air," demikian pernyataan Kemhan Rusia yang dikutip AFP.
Pernyataan itu berlanjut, "Rusia tidak menggunakan senjata, tak kontak langsung dengan drone itu, dan kembali dengan selamat ke pangkalan mereka."
Insiden ini merupakan kali pertama pesawat militer AS dan Rusia terlibat dalam kontak fisik langsung setelah invasi Negeri Beruang Merah menginvasi Ukraina tahun lalu.
Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, menekankan Rusia tak mau konfrontasi terlibat konfrontasi dengan Negeri Paman Sam.
"Kami lebih memilih untuk tak menciptakan situasi di mana kita bisa berhadapan dengan bentrok atau insiden antara Rusia dan AS," ucap Antonov setelah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri AS.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1997 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1828 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1356 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1237 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah