Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Aktivis Muslim Eropa Serukan Boikot Kurma Israel Jelang Ramadan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Aktivis muslim dari lembaga swadaya masyarakat yang fokus isu Palestina, Sahabat Al Aqsa (Friends of Al Aqsa/FoA) menyerukan muslim di negara-negara Eropa memboikot kurma hasil budidaya Israel jelang Ramadan.
FoA meminta mereka tak berbuka puasa dengan mengonsumsi kurma produksi Israel.
"Dengan memilih tak membeli kurma Israel saat Ramadan ini, komunitas Muslim bisa mengirim pesan yang tegas dan kuat soal pendudukan ilegal Israel dan apartheid di Palestina," kata anggota FoA, Shamiul Joarder, seperti dikutip Arab News akhir Februari lalu.
Dalam pernyataan resmi, FoA menyatakan Israel adalah produser kurma Medjoul terbesar. Mereka mengekspor sekitar 50 persen kurma Israel ke Eropa.
Beberapa negara itu di antaranya Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia. Pada 2020, Israel juga mengimpor 3.000 ton kurma ke Inggris.
"Kurma-kurma ini kemudian dijual di supermarket besar serta tokoh-tokoh di seluruh benua," demikian pernyataan FoA.
FoA mengutip pernyataan hak asasi manusia internasional terkemuka, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, yang menyebut Israel melakukan kejahatan apartheid.
Namun, negara-negara Eropa gagal menjatuhkan sanksi terhadap Israel dan menegakkan hukum internasional.
Dalam kesempatan itu, Joarder menyerukan kini saatnya Eropa bergerak dengan memboikot kurma buatannya.
"Saatnya memperbarui komitmen kami terhadap BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi) Ramadan ini," kata dia lagi.
Joarder kemudian mengatakan sebagai komunitas mereka memiliki kekuatan, dan bisa membuat suara agar lebih didengar melalui tindakan sederhana dengan mengembalikan kurma Israel ke rak.
"Yang perlu kita lakukan hanyalah #CheckTheLabel dan tidak membeli kurma dari apartheid Israel," ujar dia lagi.
Hari Aksi mendorong umat Islam untuk "memeriksa label" telah diserukan di masjid-masjid Inggris pada 17 Maret, jelang Ramadan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 640 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan