Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Alasan Gus Wal Tolak Safari Anies: Tak Ingin Ada Politik Identitas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menolak rencana safari politik dan kunjungan Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Jawa Timur.
Ketum PNIB Waluyo Wasis Nugroho alias Gus Wal mengaku tak ingin praktik politik identitas terjadi kembali. Ia menganggap Anies sebagai tokoh yang memenangkan Pilkada DKI 2017 dengan cara tersebut.
"Karena kami tidak ingin apa yang dilakukan Anies dulu di Pilkada DKI 2017 lalu, diduplikasi ke seluruh negeri Kami nggak mau politik identitas menyebar luas ke seluruh antero negeri," ucap Gus Wal dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (15/3).
Gus Wal mengatakan politik identitas yang terjadi saat Pilkada 2017 memecah belah bangsa. Karena praktik tersebut dianggap menghalalkan segala cara demi ambisi politik semata.
"Politik identitas itu menggunakan ayat, untuk pembenaran, untuk syahwat politik. Kami ingin menyadarkan masyarakat, jangan sampai kedatangan Anies menjadi embrio lahirnya politik identitas seperti Pilkada Jakarta lalu yang sangat sadis dan kejam," katanya.
PNIB juga menolak Anies lantaran menganggap tahapan kampanye Pilpres 2024 belum berjalan. Dirinya juga menuding mantan menteri pendidikan itu mencuri start.
"Karena ini belum saatnya masa kampanye. Belum resmi juga Anies daftar ke KPU, dan belum resmi juga partai koalisi yang mengusung ini mendaftar. Apa yang dilakukan Anies ini mencuri start kampanye," ujarnya.
Meski sudah memasang beberapa spanduk berbentuk penolakan, Gus Wal mengatakan bentuk penolakan itu sudah dilepas para sukarelawan dan simpatisan Anies. Dia pun menyayangkan hal itu.
"Terakhir kami pasang Sabtu (11/3) malam, dan sekarang beberapa dilepas oleh relawan Anies. Kalau ada yang bilang spanduk itu provokatif, itu salah, kami ini dalam rangka mengedukasi masyarakat bahayanya politik identitas," katanya.
Ia mengatakan spanduk yang dia pasang merupakan bentuk aspirasi warga yang ingin mengingatkan bahayanya politik identitas.
Gus Wal menolak jika pemasangan spanduk tersebut dianggap tindakan provokatif.
"Kami cuma menolak dan menyerukan masyarakat untuk tidak memilih Anies. Anies lewat pun tidak kami ganggu, setop, persekusi, kriminal atau anarkis. Kami tidak ada pembubaran, kami menjadi warga negara yang baik," kata dia.
Dirinya mengeklaim menghargai perbedaan. Oleh sebab itu, ia menilai para sukarelawan Anies tidak paham demokrasi.
"Hal yang beda saja mereka tidak bisa menerima, sudah terlihat mau dibawa kemana demokrasi ke depan," tambahnya.
Bentuk penolakan itu ia lakukan dengan memasang spanduk di sejumlah titik Kota Surabaya.
Beberapa di antaranya dipasang di sekitar Masjid Al Akbar Surabaya, Kebun Binatang Surabaya, dekat Masjid Rahmat, sekitar Tunjungan Plaza dan Taman Bungkul.
Spanduk tersebut bertulis 'PNIB Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia tolak khilafah, radikalisme, terorisme politik identitas ayat & mayat seperti Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta' dengan gambar wajah Anies yang dicoret.
"Kami, PNIB secara tegas menolak Anies, karena kami konsisten melawan politik identitas, radikalisme dan terorisme," ujar Gus Wal.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1567 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1178 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1026 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 904 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah