Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Rusia ke Warganya di Bali: Patuhi Aturan, Jika Melanggar Akan Dihukum
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia ke Warganya di Bali: Patuhi Aturan, Jika Melanggar Akan Dihukum
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Kehakiman Rusia, Konstantin Anatolievich Chuychenko, menanggapi jumlah warga negaranya yang berlibur ke Bali meningkat untuk menghindari wajib militer di tengah invasi Moskow ke Ukraina.
Belakangan kehadiran warga Rusia yang cukup banyak di Bali terus menjadi sorotan publik setelah banyak warga lokal mengeluh ulah 'nakal' para warga asing itu di Pulau Dewata. Ia pun mendesak warga Rusia untuk taat hukum Indonesia dan mendukung pemerintah menghukum warga asing, termasuk dari Rusia, yang kedapatan melanggar aturan.
"Kami yakin kepada warga kami yang datang ke Indonesia punya rasa kewajiban untuk menaati hukum di Indonesia. Jadi kalau mereka melanggar, mereka harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, tidak peduli dari negara mana pun," kata Chuychenko di sela acara peresmian perjanjian ekstradisi dengan Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (31/3).
Chuychenko menyebutkan warga Rusia memang banyak di Bali meskipun Pulau Dewata bukan menjadi destinasi utama mereka ke Indonesia. Saat ini, katanya, warga Rusia yang berada di Indonesia mencapai 70 ribu orang.
Chuychenko mengklaim jumlah warga Rusia di Indonesia justru menurun sejak pandemi Covid-19 menyebar.
"Saya tidak bisa bilang Bali salah satu destinasi utama karena sebelum Covid-19 ada lebih dari 150 ribu orang dan sekarang 70 ribu orang (di Indonesia). Kami lihat jumlahnya justru turun dari sebelum Covid-19," kata Chuychenko.
"Persahabatan antara dua negara, kami mengharapkan bisa melakukan segalanya untuk meningkatkan jumlah turis bisa kembali seperti dulu," imbuhnya.
Kehadiran warga Rusia di Indonesia, terutama Bali, terus menjadi sorotan usai sebagian warga Pulau Dewata merasa terganggu dengan ulah 'nakal' sejumlah warga Negeri Beruang Merah dan Ukraina belakangan ini.
Gubernur Bali I Wayan Koster juga mengaku mendapatkan banyak laporan soal warga dari dua negara tersebut yang melakukan pelanggaran di Pulau Dewata dengan berkedok kunjungan wisata.
Koster bahkan telah mengusulkan pencabutan visa on arrival (VoA) untuk warga Rusia dan Ukraina imbas dari laporan pelanggaran yang dilakukan WN Rusia dan Ukraina di Pulau Dewata.
Namun, Konsul Kehormatan Rusia di Bali Gede Dharma Wijaya mengatakan bahwa kabar mengenai keberadaan 'Kampung Rusia' di Pulau Dewata tidak sepenuhnya benar. Kampung Rusia disebut-sebut sebagai kawasan khusus bagi para pelancong asal Rusia bermukim.
Wijaya mengatakan turis Rusia senang berkumpul dan mengontrak vila atau rumah di satu tempat saat berlibur. Hal itu kemudian diikuti juga oleh sesama turis Rusia lainnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1993 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1821 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1350 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1230 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah