Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Tanda-Tanda Perang Dunia 3 Makin Nyata, Bisa Pecah di Asia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejak abad ke-20, situasi global makin tidak menentu, di mana tensi politik di berbagai kawasan meningkat seiring waktu. Ekonom Nouriel Roubini bahkan telah memprediksi adanya Perang Dunia 3 (PD3).
Pria yang dijuluki 'Dr Doom' alias 'Doktor Kiamat' itu sempat mengumbar prediksinya di forum publik 'Yahoo Finance's 2022 All Markets Summit'.
Menurut Roubini, salah satu biang keladinya adalah konflik Rusia-Ukraina. Selain itu, konflik nuklir Iran dan gesekan Cina untuk menaklukkan Taiwan juga menjadi faktor pendukung.
Profesor bisnis di Universitas New York itu juga berpendapat bahwa perang dingin sudah berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Kondisinya bisa memanas karena Presiden Xi Jinping ingin menyatukan Cina dan Taiwan.
Ancaman lain yang disinggung peramal krisis ekonomi 2008 itu adalah rusuhnya Korea Utara (Korut) di semenanjung Korea.
Lokasi Pertempuran dan Prediksi Perang Dunia 3
Pada Perang Dunia 2, lokasi pertempuran terfokus di Eropa dan Asia Pasifik. Ini terjadi karena di sanalah ketegangan bermula. Jerman dengan semangat lebensraum atau ruang untuk hidup berpandangan harus menguasai seluruh Eropa. Alhasil, mereka menyerang dan menaklukkan negara tetangganya.
Dan Jepang, catat Ari Subiakto dalam Kronik Perang Dunia 2 (2015), menyerang agresif terhadap negara-negara di Asia, termasuk Indonesia.
Jika melihat pada awal ketegangan, kemungkinan akan terjadi di Eropa dan Asia. Ini diungkap oleh Robert Farley, pengajar studi keamanan dan diplomasi di The Patterson School AS di 19fortyfive.
Peluang itu terjadi karena di Asia ada Taiwan yang menjadi titik panas antara Cina dan AS. Cina menganggap Taiwan sebagai provinsinya, tetapi pulau itu sebaliknya.
Meski belum mengakui kemerdekaan Taiwan, AS, merupakan pendukung utama Taipei. Di mana Washington sudah menyokong sejumlah hal untuk pulau ini termasuk militer.
Lalu, kemungkinan lain terjadi di Iran dan Korea Utara. Dan kawasan yang tak luput dari perang adalah Eropa yang menjadi titik panas antara Rusia dengan barat.
Meski terfokus di beberapa titik, perang pada dasarnya berdampak luas di seluruh dunia. Artinya, perang harus dihindari. Diplomasi menjadi hal utama untuk mencegah terjadinya perang.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3612 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1334 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 924 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun