Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Soimah Dapat Pengalaman Buruk Petugas Pajak, Staf Sri Mulyani Klarifikasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Terkait pernyataan pesinden Soimah soal pengalaman buruknya bersama petugas pajak, Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo memberikan klarifikasi.
Ia juga memberikan cerita lengkap tentang hal tersebut berdasarkan sepengetahuannya. Ia mengatakan, hal ini bermula pada pembelian rumah Soimah tahun 2015 lalu. Ia menduga, orang yang disebut berinteraksi dengan Soimah adalah petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
"Mengikuti kesaksiannya di notaris, patut diduga yang berinteraksi [dengan Soimah] adalah petugas BPN dan Pemda, yang berurusan dengan balik nama dan pajak-pajak terkait BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) yang merupakan domain Pemda," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/4).
Menurutnya, jika kejadian itu melibatkan petugas pajak, biasanya anggota di lapangan hanya memvalidasi.
"Jika pun ada kegiatan lapangan, itu adalah kegiatan rutin untuk memastikan nilai yang dipakai telah sesuai dengan ketentuan, yaitu harga pasar yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Tentu ini perlu dikonfirmasi ke pengalaman Soimah sendiri," ucapnya.
Baca juga:
Turis Asing Masuk ke RI Akan Dipajaki
Ia juga sedikit berguyon menanggapi pernyataan Soimah terkait aksi 'gebrak meja' dari petugas pajak saat ke kediamannya.
"Jika ada yang gebrak meja, jangan-jangan ini pemilik Soto Gebrak Madura yang kita sangka sedang marah, padahal ramah," kata Yustinus.
Ia juga turut membahas mengenai kedatangan petugas pajak yang dikatakan membawa debt collector, lalu masuk rumah untuk melakukan pengukuran pendopo, termasuk pengecekan detail bangunan. Baginya, itu adalah kegiatan normal berlandaskan pada surat tugas yang jelas.
"Memang membangun rumah tanpa kontraktor dengan luas di atas 200 m2 terutang PPN 2 persen dari total pengeluaran. UU mengatur ini justru untuk memenuhi rasa keadilan dengan konstruksi yang terutang PPN. Petugas pajak bahkan melibatkan penilai profesional agar tak semena-mena," kata dia.
Dengan begitu, tak heran jika kemudian pengerjaannya terbilang lama dan mendetail.
"Hasilnya, nilai bangunan ditaksir Rp4,7 M, bukan Rp50 M seperti diklaim Soimah. Dalam laporannya sendiri, Soimah menyatakan pendopo itu nilainya Rp5 M," ucapnya lagi.
Ia juga menegaskan bahwa kesimpulan dan rekomendasi petugas pajak tersebut bahkan belum dilakukan tindak lanjut. Artinya, lanjut dia, PPN terutang 2 persen dari Rp4,7 miliar itu sama sekali belum ditagihkan.
Lebih lanjut, ia malah merasa bingung terkait tudingan keterlibatan debt collector di kediaman Soimah.
Menurutnya, kantor pajak sendiri memiliki 'debt collector' sendiri yang disebut Juru Sita Pajak Negara (JSPN). Mereka bekerja dengan dibekali surat tugas dan menjalankan perintah jelas, yakni ada utang pajak yang tertunggak.
"Soimah sendiri tidak pernah diperiksa kantor pajak dan tercatat tak ada utang pajak. Lalu, buat apa didatangi sambil membawa debt collector?" kata dia.
Baca juga:
Aplikasi M-Pajak Tersedia Fitur Lupa EFIN
Sebelumnya, Soimah berkeluh kesah dalam siniar Blakasuta bersama Puthut EA dan Butet Kertaradjasa. Ia mengaku bahwa kediamannya pernah didatangi petugas pajak bersama dengan dua orang debt collector.
Mereka disebut datang untuk menagih pajak karena ia dituding menghindari petugas pajak. Ia pun merasa kerap diperlakukan kurang baik oleh petugas pajak setiap kali datang ke rumahnya.
Perlakuan kurang baik dari petugas pajak itu pun disebut sudah terjadi sejak 2015 lalu. Soimah mengaku merasa diperlakukan seperti koruptor setiap kali berhadapan dengan petugas. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2659 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1268 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 908 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 657 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun