Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Paramiliter Sudan Rebut Istana Presiden, Perang Pecah di Ibu Kota
BERITABALI.COM, DUNIA.
Paramiliter Sudan mengklaim menduduki Istana Kepresidenan di Ibu Kota Khartoum dan beberapa gedung pemerintah pada Sabtu (15/4) dalam upaya kudeta terbaru yang terjadi di negara Afrika Utara itu.
Dalam sebuah pernyataan, Rapid Support Forces (RSF), pasukan paramiliter Sudan, mengatakan telah "mengontrol sepenuhnya" Istana Kepresidenan dan juga sejumlah bandara di Khartoum dan Merowe, utara negara itu.
RSF juga mengklaim telah mengambil alih kediaman Pangila Angkatan Darat Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, dan Bandara Internasional Khartoum.
RSF juga telah menduduki dua bandara lain di wilayah utara dan selatan, yakni bandara di Kota Merowe dan El-Obeid. Pangkalan militer di Kota Merowe pun saat ini telah dikepung dan ditembaki dengan senjata berat.
RSF menuturkan serbuan ini dilakukan sebagai balasan atas berbagai serangan militer Sudan terhadap markasnya di selatan Khartoum baru-baru ini.
Perang pun pecah ibu kota, di mana angkatan udara Sudan melancarkan serangan udara ke sejumlah markas RSF di Khartoum.
Baca juga:
Rusia Pelajari Dokumen Rahasia AS Yang Bocor
Serangan udara itu menerjang sejumlah markas dan gudang senjata RSF di Khartoum.
"Angkatan Udara Sudan menghancurkan kamp Tiba dan Soba di Khartoum milik RSF dan mendesak warga sipil di sekitar wilayah itu untuk tetap berada di dalam ruangan," bunyi pernyataan militer Sudan seperti dikutip AFP.
RSF merupakan sebuah kelompok paramiliter berpengaruh di Sudan yang dibentuk sejak perang Darfur tahun 2013 dan dipimpin oleh Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal dengan nama 'Hemedti'.
Hemedti telah menempatkan dirinya di barisan terdepan dalam menentang transisi pemerintahan yang direncanakan menuju negara demokrasi. Sejak Juli 2019, Sudan berada dalam situasi peralihan dari pemerintahan yang dipimpin oleh militer menuju pemerintahan sipil demokratis.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 733 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 369 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun