Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Menhan AS Wanti-Wanti Perang di Taiwan Bisa 'Hancurkan' Ekonomi Global
beritabali.com/cnnindonesia.com/Menhan AS Wanti-Wanti Perang di Taiwan Bisa 'Hancurkan' Ekonomi Global
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, memperingatkan bahwa potensi perang karena memperebutkan Taiwan, akan "menghancurkan" dan memengaruhi ekonomi global dalam "cara yang tidak dapat dibayangkan".
Dalam sambutannya pada Shangri-La Dialogue di Singapura akhir pekan kemarin, Austin menegaskan seluruh dunia memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas di Selat Taiwan.
"Seluruh dunia memiliki kepentingan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Jalur pelayaran komersial dan rantai pasukan global ada di sana," kata Austin seperti dikutip CNN.
Ia menambahkan, "Jangan salah, konflik di Selat Taiwan akan sangat menghancurkan."
Pada kesempatan yang sama, Menhan AS itu juga menyebut potensi konflik di Selat Taiwan akan memengaruhi perekonomian global dengan cara yang tidak dapat dibayangkan. Mengapa demikian?
Pengamat Militer Cedric Leighton mengatakan dampak dari perang di Taiwan bisa sangat buruk, apalagi luas Taiwan yang jauh lebih kecil jika dibandingkan Cina.
"Namun yang terpenting ada di Selat Taiwan. Jalur ini sangat penting karena sebanyak 60 persen pelayaran yang membawa kapal kontainer melintasi selat ini," ungkap Leighton, dikutip CNN.
Selain Selat Taiwan, Laut Cina Selatan yang menjadi rebutan beberapa negara akan turut berpengaruh. Jika konflik terjadi, Laut Cina Selatan sebagai salah satu perairan penting bagi perdagangan dunia akan ikut terdampak.
Menanggapi pernyataan Austin di pidato Shangri-La Dialogue, Letnan Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat Cina, Jing Jianfeng, menyebut pernyataan Austin tentang Taiwan "sepenuhnya salah."
Jianfeng balik menuding Washington sebagai pihak yang memprovokasi konfrontasi dan merusak perdamaian serta stabilitas di kawasan.
Akhir pekan ini, kapal perang Cina memotong jalur pelayaran kapal perusak AS USS Chung-Hoon yang tengah berlayar bersama kapal fregat Kanada di Selat Taiwan.
AS menilai kapal perangnya berlayar di perairan di mana kebebasan bernavigasi berlaku sesuai hukum internasional. Washington menyebut aksi provokasi kapal Cina itu sebagai "cara yang tidak aman".
Ini adalah kali kedua manuver militer AS dan Cina dalam waktu kurang dari 10 hari, setelah salah satu pesawat Beijing juga terbang dekat pesawat pengintai AS pekan lalu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1960 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1778 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1313 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1193 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah