Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kenali Gejala dan Pencegahan Antraks Pada Manusia

Kamis, 6 Juli 2023, 00:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Kenali Gejala dan Pencegahan Antraks Pada Manusia

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Puluhan warga di Kabupaten Gunung Kidul, DIY terpapar penyakit antraks dan tiga di antaranya meninggal dunia. Mereka dilaporkan sempat mengonsumsi daging dari sapi yang tidak sehat.

Lantas apa saja gejala penyakit antraks dan bagaimana pencegahannya?

Dokter hewan sekaligus dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis di Institut Pertanian Bogor (IPB) Denny Widaya Lukman menjelaskan bahwa penyakit antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

"Hewan yang dapat terkena penyakit antraks antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Manusia dapat tertular dan menderita antraks," ucap dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (5/7).

Kata 'antrax' berasal dari Bahasa Yunani yang artinya batu bara. Sebab antraks pada kulit manusia bisa menimbulkan koreng dengan bagian tengah berwarna hitam.

"Bakteri ini membentuk "spora" saat bakteri berada di luar tubuh hewan dan manusia. Bakteri yang sudah berbentuk spora menjadi tahan lama di luar tubuh hewan dan manusia. Beberapa studi ilmiah melaporkan bahwa spora dari bakteri antraks dapat bertahan sampai 75 tahun di tanah," jelas dia lebih lanjut.

Gejala antraks pada manusia

Denny menjelaskan bahwa gejala antraks pada manusia bergantung pada cara masuknya spora atau bakteri antraks ke dalam tubuh manusia.

1. Bentuk kulresit

Manusia dapat tertular antraks melalui kontak langsung antara kulit manusia yang memiliki luka dan kotoran atau darah dari hewan yang terinfeksi atau sakit. Bentuk ini dikenal sebagai cutaneous formataucutaneous anthrax.

"Gejala yang timbul pada manusia adalah koreng pada tempat masuknya bakteri atau spora (tempat yang ada luka di kulit manusia)," imbuh Denny.

Gejala ini diawali terbentuknya bisul atau benjolan kemerahan yang di bagian tepinya terisi cairan. Bagian tengah akan pecah dan membentuk seperti koreng, mengering, dan berwarna hitam.

"Selain itu, terdapat pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening di sekitar kulit yang terinfeksi dan disertai demam. Otot di bagian koreng terasa nyeri," lanjutnya.

2. Bentuk pencernaan

Manusia juga bisa tertular penyakit antraks melalui konsumsi daging dan jeroan dari hewan yang terinfeksi. Bentuk ini dikenal sebagai gastrointestinal form atau gastrointestinal anthrax.

"Gejala yang timbul adalah nyeri pada perut, mual, muntah, peradangan pada lambung dan usus, diare berdarah, serta dapat mengakibatkan kematian," ucap Denny.

Gejala lainnya termasuk nafsu makan hilang, sakit kepala dan nyeri tenggorokan.

3. Bentuk pernapasan

Antraks juga bisa tertular melalui pernapasan akibat menghirup spora antraks dari lingkungan yang tercemar. Bentuk ini dikenal sebagai respiratory or pulmonary formatauinhalational anthrax.

Denny mengatakan bentuk ini sering dilaporkan di tempat pengolahan wol dari domba yang terinfeksi atau tertular atau sakit atau wool sorter disease.

"Gejala yang timbul antara lain sakit tenggorokan, demam, batuk, nyeri pada dada, dan sulit bernapas. Jika tidak ditangani dengan baik maka dapat menyebabkan kematian," lanjutnya.

Pencegahan antraks pada manusia

Meskipun berbahaya, bakteri antraks bisa dicegah untuk masuk ke tubuh. Menurut Denny, masalah penyakit antraks yang banyak terjadi di Indonesia adalah tipe kulit dan tipe gastrointestinal.

"Pencegahan bagi masyarakat, terutama mencegah tipe gastrointestinal (pencernaan), jangan memakan daging dari hewan (sapi, kerbau, kambing, dan domba) yang mati mendadak," jelas dia.

Denny menganjurkan untuk mengonsumsi daging yang dihasilkan dari Rumah Potong Hewan yang diawasi oleh dokter hewan.

"Makanlah daging yang dihasilkan dari rumah potong hewan yang diawasi oleh dokter hewan sehingga hewan telah diperiksa kesehatannya sebelum penyembelihan dan daging diperiksa kembali kesehatannya oleh dokter hewan," lanjut dia.

Denny menganjurkan kepada orang yang tertular antraks dalam bentuk gastrointestinal harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat tindakan medis agar racun atau toksin yang mungkin dihasilkan bakteri di dalam usus tidak menyebar ke seluruh tubuh.

"Begitu pula dengan bentuk pernapasan. Bentuk kulit relatif dapat disembuhkan dengan tindakan medis, asalkan belum menyebar luas pada kulit," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)


 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami