Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
KPU Badung Pastikan Logistik Pemilu Terhindar Air Jelang Musim Penghujan
BERITABALI.COM, BADUNG.
KPU Badung melakukan berbagai upaya perlindungan logistik Pemilu khususnya yang berbahan mudah basah salah satunya bilik suara agar terhindar dari kerusakan.
Hal ini berkaca dari pelaksanaan Pemilu sebelumnya, khususnya dalam penyimpanan logistik keperluan Pemilu memasuki bulan November ini yang mulai dilanda hujan.
Sekretaris KPU Kabupaten Badung, I Wayan Nopi Suryanto mengatakan upaya antisipasi dilakukan dengan menyediakan beberapa tumpukan kayu valet serta beberapa rancangan besi yang difungsikan sebagai alas logistik berbahan mudah basah yang akan datang.
"Upaya ini dilakukan jika seandainya air merembes serta masuk ke Gudang setidaknya logistik dapat terlindung, tidak sampai basah atau rusak," jelasnya Senin (13/11/2023) malam saat ditemui langsung di Gudang logistik KPU Badung di daerah jalan Gatot Subroto Barat, Kota Denpasar.
Penyediaan alas juga bertujuan melindungi logistik dari kemungkinan serangan rayap.
"Pemilihan gudang telah dilakukan dengan baik sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebocoran, rembesan air hujan hingga kemungkinan adanya serangan rayap saat penyimpanan logistik di gudang," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1046 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun