Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Desa Medahan dan Keramas Masih Zona Merah Rabies, Rangkul Yayasan untuk Vaksinasi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kasus rabies di tahun 2024 masih terjadi di Kabupaten Gianyar. Berdasarkan analisa UPT Keswan Gianyar I, dua desa di Kecamatan Blahbatuh masih menjadi zona merah rabies.
Yakni Desa Medahan dan Desa Keramas. Di dua desa itu, kasus gigitan dan juga sempat terjadi penularan rabies.
Menindaklanjuti hal itu, Kepala Keswan Gianyar I, drh. Arya Dharma menyatakan petugas disebar ke seluruh desa untuk penanganan rabies. Terutama di desa zona merah untuk menggerakkan vaksinasi rabies.
"Kami sasar di Desa Medahan dan Keramas yang jadi zona merah rabies," ujar dia, Kamis (1/2/2024). Usai di zona merah, kemudian penyuntikan vaksin menyasar zona kuning maupun desa dekat zona merah.
Dikatakan, metode penanganan rabies dengan menyasar desa. "Desa pemetaan per desa, kami harapkan tuntas," harap dia.
Disamping menggerakkan petugas dinas, pihaknya juga merangkul yayasan peduli anjing. "Kami mengundang yayasan yang bergerak di bidang kesehatan hewan ikut membantu memberikan pelayanan vaksinasi," jelas dia.
Dia berharap, anjing steril dari kasus rabies. "Termasuk supaya anjing tidak beranak pinak, seperti anjing liar," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2315 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1949 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun