Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Penurunan Jumlah Gigi Bisa Picu Penyakit, Lansia di Bali Diminta Waspada
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Lanjut Usia (Lansia) di Bali banyak mengalami permasalahan gigi, utamanya jumlah gigi yang hilang atau dikenal dengan gigi ompong.
Hal tersebut diungkapkan drg. Steffano Aditya Handoko, MPH., Sp.Pros yang merupakan praktisi dan dosen di Universitas Udayana.
Menurutnya, penurunan jumlah gigi yang dialami kaum lansia dapat mengganggu kesehatan fisik. Hal ini menurutnya belum banyak disadari oleh masyarakat Bali.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan jumlah gigi mempengaruhi penurunan fungsi kognitif dan kekuatan fisik terhadap lansia,” ujarnya saat diwawancarai Rabu 6 Maret 2024 di Denpasar.
Hal itu dikarenakan seorang lansia tidak bisa menerima asupan nutrisi karena kekuatannya dalam mengunyah makanan melemah. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari kekuatan menggenggam tangan.
Ini menurutnya lambat laun akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Salah satunya akan meningkatkan risiko terjadinya Alzheimer dan keseimbangan postur terhadap lansia.
“Bisa memicu penyakit serius seperti stroke, diabetes melitus, dan kardiovaskular,” sebut dokter gigi Spesialis Gigi Tiruan (Prosthodonsia) ini.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan pemasangan gigi tiruan. Dia menyadari, edukasi tentang penggunaan gigi tiruan di Bali belum dilakukan dengan baik.
Dari beberapa penelitian yang dia lakukan, banyak lansia mengeluhkan biaya pemasangan gigi tiruan yang mahal, takut sakit atau tidak nyaman pada saat pemakaian gigi tiruan, dan lamanya pembuatan gigi tiruan.
Baca juga:
gigi-di-denpasar-tetap-kompak-upgrade-ilmu-di-tengah-kisruh-uu-kesehatan" target="_self" title="Dokter Gigi di Denpasar Tetap Kompak " upgrade="">Dokter Gigi di Denpasar Tetap Kompak "Upgrade" Ilmu di Tengah Kisruh UU Kesehatan
Banyak masyarakat belum mengetahui bahwa gigi tiruan tersedia beberapa macam dan pilihan.
“Ada gigi tiruan cekat salah satunya implan dimana implan ini langsung tertanam di dalam tulang rahang sehingga memberikan perasaan nyaman saat mengunyah seperti gigi asli, dan ada juga gigi tiruan yg dapat dilepas pasang (Removable). Biayanya berbeda-beda. Menurut saya belum banyak informasi tentang biaya yang disampaikan kepada masyarakat,” sebutnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1385 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1053 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 898 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 797 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik