Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Penurunan Jumlah Gigi Bisa Picu Penyakit, Lansia di Bali Diminta Waspada
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Lanjut Usia (Lansia) di Bali banyak mengalami permasalahan gigi, utamanya jumlah gigi yang hilang atau dikenal dengan gigi ompong.
Hal tersebut diungkapkan drg. Steffano Aditya Handoko, MPH., Sp.Pros yang merupakan praktisi dan dosen di Universitas Udayana.
Menurutnya, penurunan jumlah gigi yang dialami kaum lansia dapat mengganggu kesehatan fisik. Hal ini menurutnya belum banyak disadari oleh masyarakat Bali.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan jumlah gigi mempengaruhi penurunan fungsi kognitif dan kekuatan fisik terhadap lansia,” ujarnya saat diwawancarai Rabu 6 Maret 2024 di Denpasar.
Hal itu dikarenakan seorang lansia tidak bisa menerima asupan nutrisi karena kekuatannya dalam mengunyah makanan melemah. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari kekuatan menggenggam tangan.
Ini menurutnya lambat laun akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Salah satunya akan meningkatkan risiko terjadinya Alzheimer dan keseimbangan postur terhadap lansia.
“Bisa memicu penyakit serius seperti stroke, diabetes melitus, dan kardiovaskular,” sebut dokter gigi Spesialis Gigi Tiruan (Prosthodonsia) ini.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan pemasangan gigi tiruan. Dia menyadari, edukasi tentang penggunaan gigi tiruan di Bali belum dilakukan dengan baik.
Dari beberapa penelitian yang dia lakukan, banyak lansia mengeluhkan biaya pemasangan gigi tiruan yang mahal, takut sakit atau tidak nyaman pada saat pemakaian gigi tiruan, dan lamanya pembuatan gigi tiruan.
Baca juga:
gigi-di-denpasar-tetap-kompak-upgrade-ilmu-di-tengah-kisruh-uu-kesehatan" target="_self" title="Dokter Gigi di Denpasar Tetap Kompak " upgrade="">Dokter Gigi di Denpasar Tetap Kompak "Upgrade" Ilmu di Tengah Kisruh UU Kesehatan
Banyak masyarakat belum mengetahui bahwa gigi tiruan tersedia beberapa macam dan pilihan.
“Ada gigi tiruan cekat salah satunya implan dimana implan ini langsung tertanam di dalam tulang rahang sehingga memberikan perasaan nyaman saat mengunyah seperti gigi asli, dan ada juga gigi tiruan yg dapat dilepas pasang (Removable). Biayanya berbeda-beda. Menurut saya belum banyak informasi tentang biaya yang disampaikan kepada masyarakat,” sebutnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2033 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1897 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1568 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1398 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan