Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Mulai Merebak, Tercatat 144 Kasus Flu Singapura di Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki dan mulut yang sering disebut flu Singapura banyak ditemukan di Kabupaten Buleleng.
Pada enam bulan terakhir tercatat 144 kasus yang ditemui pada anak-anak, terutama pada usia di bawah 10 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini dapat terjadi pada remaja dan dewasa.
Baca juga:
8 Cara Mencegah Tertular Flu Singapura
Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan fisik dari gejala dan keluhan pasien dari data fasilitas pelayanan kesehatan sejak awal Januari 2024 ditemukan penyakit Flu Singapura tersebar pada sejumlah pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit di Kabupaten Buleleng.
"Jadi kita menyimpulkan penyakit Flu Singapura dari gejala klinis. Jumlahnya lumayan banyak, dari Dinas Kesehatan mencatat hampir ratusan tapi kita di RSUD ini sekitar empat kasus. Terhadap permasalahan ini kita tetap akan memberikan pelayanan yang maksimal,” ungkap Direktur RSUD Arya Nugraha.
Dalam upaya penanganan terhadap pasien Flu Singapura, dr. Arya Nugraha lebih memberikan terapi supportif, melalui pemberian nutrisi dan vitamin termasuk juga menyiapkan fasilitas rawat inap bila diperlukan.
Baca juga:
Ini Cara Cegah Flu Singapura Saat Liburan
"Penyakit Flu Singapura tidak memerlukan antivirus tapi perlu diberikan terapi supportif untuk menurunkan demam, mual, dan mengatasi batuk dan pilek. Kita juga dukung dengan nutrisi dan vitamin," ujarnya menambahkan.
Arya Nugraha menjelaskan, Flu Singapura merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi strain coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16. Virus tersebut menyerang jaringan di bagian mulut, sekitar amandel dan sistem pencernaan. Dampaknya adalah timbul tanda berupa lepuhan atau luka pada mulut serta ruam di tangan dan kaki.
“Penyakit ini cepat menular jika tidak dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat. Penyebarannya sangat cepat,” ungkapnya.
Untuk diketahui, penyebaran virus HFMD atau Flu Singapura ini dapat melalui kontak kulit, udara pernapasan, cairan dari blister (benjolan kecil) atau tinja penderita, serta makan dan minum bersama. Penularan juga dapat terjadi melalui cairan atau droplet dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin, mengeluarkan air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.
Gejala yang timbul umumnya ringan seperti demam, munculnya demam yang berlangsung 1- 2 hari, rash atau ruam pada kulit dan benjolan kecil di telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut. Selain itu, penderita HFDM juga mengalami kurang nafsu makan, lesu, dan nyeri tenggorokan. Sehingga butuh asupan makanan yang tidak terlalu keras dan mudah dicerna.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1413 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1212 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 644 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 553 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 522 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung