Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berhenti Konsumsi Minuman Manis?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kita mungkin telah terbiasa dengan asupan minuman manis sehari-hari. Tapi, apa yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis?
Berbagai jenis minuman manis dikenal di tengah masyarakat, mulai dari kopi susu gula aren hingga minuman bersoda kemasan.
Sering kali, minuman manis dianggap bisa membantu konsentrasi saat bekerja.
Namun, bukan rahasia lagi bahwa asupan makanan dan minuman manis berdampak buruk buat kesehatan. Asupan gula berlebih bisa memicu obesitas dan masalah diabetes tipe-2.
Diabetes sendiri dikenal sebagai salah satu faktor risiko masalah kardiovaskular dan bisa mengancam nyawa.
Bagaimana? Masih mau konsumsi minuman manis?
Demi tubuh yang bugar di masa depan, Anda disarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari asupan minuman manis. Tak ada salahnya jika Anda perlahan mencoba berhenti mengonsumsi minuman manis.
Beberapa orang sempat ramai di media sosial karena mencoba berhenti mengonsumsi minuman manis. Hasilnya, ternyata memuaskan. Mereka mengklaim tubuh yang lebih bugar dan berat badan yang berhasil turun.
Memangnya, apa yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis?
Yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis
Dokter spesialis gizi di RS Melinda Bandung Jonahes Casay Chandrawinata mengatakan, tubuh akan terasa lebih segar berkat asupan gula yang berkurang.
"Tubuh akan terasa lebih segar dan sehat karena asupan gula dari minuman manis ini berkurang," ujar Johanes dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com.
Pada fase awal, tubuh memang akan terasa lemas dan tak berenergi saat berhenti mengonsumsi minuman manis. Gara-garanya adalah penurunan energi yang terjadi seiringan dengan penurunan asupan gula. Gula sendiri kerap digunakan tubuh sebagai sumber energi.
Namun, rasa lemas yang muncul tak berarti menjadi tanda gula darah rendah.
"Bukan berarti orang tersebut kekurangan gula darah, karena tubuh yang sehat menjaga ketat kadar gula darah dalam batas normal," ujar Johanes.
Perlahan, tubuh akan mulai terbiasa dengan berkurangnya asupan gula secara drastis ini. Biasanya, penyesuaian akan mulai terasa pada 7-10 hari setelah pertama kali berhenti minuman manis.
Alih-alih merasa lemas, pada fase ini justru tubuh akan terasa lebih bugar.
Selain itu, berhenti mengonsumsi minuman manis juga bisa menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi bisa memicu stroke, serangan jantung, dan masalah kardiovaskular lainnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 812 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 702 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 524 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 508 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik