Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berhenti Konsumsi Minuman Manis?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kita mungkin telah terbiasa dengan asupan minuman manis sehari-hari. Tapi, apa yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis?
Berbagai jenis minuman manis dikenal di tengah masyarakat, mulai dari kopi susu gula aren hingga minuman bersoda kemasan.
Sering kali, minuman manis dianggap bisa membantu konsentrasi saat bekerja.
Namun, bukan rahasia lagi bahwa asupan makanan dan minuman manis berdampak buruk buat kesehatan. Asupan gula berlebih bisa memicu obesitas dan masalah diabetes tipe-2.
Diabetes sendiri dikenal sebagai salah satu faktor risiko masalah kardiovaskular dan bisa mengancam nyawa.
Bagaimana? Masih mau konsumsi minuman manis?
Demi tubuh yang bugar di masa depan, Anda disarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari asupan minuman manis. Tak ada salahnya jika Anda perlahan mencoba berhenti mengonsumsi minuman manis.
Beberapa orang sempat ramai di media sosial karena mencoba berhenti mengonsumsi minuman manis. Hasilnya, ternyata memuaskan. Mereka mengklaim tubuh yang lebih bugar dan berat badan yang berhasil turun.
Memangnya, apa yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis?
Yang terjadi pada tubuh saat berhenti konsumsi minuman manis
Dokter spesialis gizi di RS Melinda Bandung Jonahes Casay Chandrawinata mengatakan, tubuh akan terasa lebih segar berkat asupan gula yang berkurang.
"Tubuh akan terasa lebih segar dan sehat karena asupan gula dari minuman manis ini berkurang," ujar Johanes dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com.
Pada fase awal, tubuh memang akan terasa lemas dan tak berenergi saat berhenti mengonsumsi minuman manis. Gara-garanya adalah penurunan energi yang terjadi seiringan dengan penurunan asupan gula. Gula sendiri kerap digunakan tubuh sebagai sumber energi.
Namun, rasa lemas yang muncul tak berarti menjadi tanda gula darah rendah.
"Bukan berarti orang tersebut kekurangan gula darah, karena tubuh yang sehat menjaga ketat kadar gula darah dalam batas normal," ujar Johanes.
Perlahan, tubuh akan mulai terbiasa dengan berkurangnya asupan gula secara drastis ini. Biasanya, penyesuaian akan mulai terasa pada 7-10 hari setelah pertama kali berhenti minuman manis.
Alih-alih merasa lemas, pada fase ini justru tubuh akan terasa lebih bugar.
Selain itu, berhenti mengonsumsi minuman manis juga bisa menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi bisa memicu stroke, serangan jantung, dan masalah kardiovaskular lainnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8201 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5688 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2404 Kali
ABOUT BALI
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben