Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 24 September 2026
Anjing Liar di Pantai Lebih Jadi Sorotan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Keberadaan anjing liar di kawasan Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar, menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah desa. Selain dinilai mengganggu kenyamanan warga, kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak pada citra kawasan wisata kuliner dan pantai yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Gianyar.
Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, menegaskan penanganan rabies dan anjing liar membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Desa Lebih mampu menjadi Desa Siaga Rabies yang aktif dan berkelanjutan.
“Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Desa Lebih benar-benar mampu menjadi Desa Siaga Rabies yang aktif, tanggap, dan berkelanjutan,“ ujar Agus, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, meningkatnya populasi anjing liar di kawasan Pantai Lebih harus ditangani secara humanis, terukur, dan sesuai aturan yang berlaku.
Pemerintah desa terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi rabies, sterilisasi hewan, serta larangan membuang anjing sembarangan.
“Pantai Lebih adalah wajah desa dan wajah pariwisata kita. Kebersihan, keamanan, dan kesehatan lingkungan harus dijaga bersama. Jangan sampai wisatawan merasa takut akibat banyaknya anjing liar yang berkeliaran tanpa pengawasan,” tegasnya.
Ketua BPD Desa Lebih, I Wayan Wijaya, juga mengajak masyarakat agar tidak saling menyalahkan dalam menyikapi persoalan anjing liar dan rabies.
Menurutnya, penanganan masalah tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara pemilik hewan, masyarakat, desa adat, relawan, hingga pemerintah daerah.
“Jika dibiarkan, persoalan ini bisa menjadi ancaman kesehatan masyarakat sekaligus mengganggu kenyamanan kawasan wisata. Desa Lebih harus menjadi contoh bahwa penanganan rabies bisa dilakukan dengan tegas, humanis, dan tetap menjaga nilai budaya Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Tim KIE Siaga Rabies Desa Lebih, drh I Nyoman Arya Dharma, menyebut rabies bukan hanya persoalan kesehatan hewan, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia dan masa depan pariwisata desa.
Ia menekankan penanganan rabies harus dilakukan secara ilmiah, cepat, terukur, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh komponen masyarakat.
“Masyarakat perlu memahami bahwa vaksinasi rabies secara rutin, sterilisasi, pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab, serta tidak membuang anjing sembarangan merupakan bentuk kepedulian terhadap desa sendiri. Kesadaran kolektif inilah yang akan menjadi benteng utama mencegah penyebaran rabies di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Dokter hewan asal Banjar Kesian, Desa Lebih itu juga mengajak generasi muda, pelaku usaha, komunitas pecinta hewan, dan seluruh krama Desa Lebih untuk bersama-sama menjaga kawasan Pantai Lebih tetap aman, bersih, sehat, dan nyaman.
“Pariwisata yang baik hanya bisa tumbuh dari lingkungan yang tertib, sehat, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8331 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5760 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3606 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2435 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar