Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Kronologi IRT di Jembrana Bakar Diri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ibu rumah tangga berinisial UH (24) yang berasal dari Banjar Munduk Asem, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali nekat membakar dirinya hingga tewas.
Kapolsek Negara, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa mengatakan, peristiwa itu diketahui pada Minggu (25/8) kemarin, sekitar pukul 13.30 WITA.
"Diketahui adanya peristiwa orang meninggal diduga bunuh diri dengan cara membakar dirinya," kata Suaka, Senin (26/8).
Suaka menceritakan kronologi penemuan korban dalam kondisi tewas terbakar. Dia menyebut, saat itu nenek korban yang mengetahui korban membakar dirinya menyampaikan kepada saksi bernama Lovina Kasih Dzakira.
Jarak rumah korban dan saksi sekitar 50 menter. Setelah mendapatkan informasi tersebut, saksi mendatangi rumah korban dan melihat kobaran api di dapur.
Saksi kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada tantenya bernama Munsifa. Saksi Munsifa lalu mendatangi ibu korban yang sedang bekerja di pabrik.
Sementara itu, saksi lain bernama Ali Mujani melihat pintu dapur rumah korban dalam keadaan terbuka. Saksi melihat tubuh korban sudah dilalap si Jago Merah.
Saat itu, api pada tubuh korban sudah padam, namun atap dapur masih terbakar. Saksi lalu mengambil air untuk menyiram api yang masih hidup di atap dapur untuk menghindari terjadinya kebakaran.
"Namun saksi tidak berani masuk kedalam dapur hanya menyiram menggunakan air seadanya dari luar dapur," jelas Suaka.
Kepala lingkungan setempat bernama Uthlubi menerangkan, korban sempat mencoba membakar rumahnya sendiri pada tahun lalu. Karena kejadian itu, korban diajak ke rumah suaminya yang beralamat di Desa Pengambengan, Jembrana.
Selama tinggal di rumah suaminya, korban hamil hingga melahirkan. Tetapi, setelah melahirkan korban sering ingin melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum bayclin. Korban juga sempat mau menjual anaknya yang baru lahir.
Setelah itu, korban meminta pulang ke rumah asalnya di Desa Cupel, Jembrana. Selama tinggal di rumahnya, korban sulit untuk diajak berkomunikasi. Korban juga disebut sering bengong dan berdiam diri.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), di sebelah timur rumah korban ditemukan adanya bekas tumpukan daun kelapa kering yang sudah terbakar serta ditemukan korek api gas. Kemudian, di dapur korban ditemukan atap jebol diduga karena dilalap api.
"Dengan adanya kejadian ini, korban meninggal diduga karena bunuh diri dengan cara membakar diri yang menyebabkan meninggal dunia. Maka dari pihak keluarga korban mengikhlaskan atas kejadian tersebut serta menolak untuk dilakukan autopsi," ujarnya. (sumber: merdeka.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1009 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 812 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 629 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 587 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik