Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jalan Tegenungan Gianyar Diterpa Isu Rawan Begal, Polisi Beri Tanggapan

Senin, 3 Maret 2025, 16:39 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Jalan Tegenungan Gianyar Diterpa Isu Rawan Begal, Polisi Beri Tanggapan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Dua rekaman suara yang menyebar di grup WhatsApp menghebohkan warga Gianyar. Rekaman tersebut menyebutkan bahwa Jalan Tegenungan, yang menghubungkan Desa Kemenuh dan Desa Sukawati, rawan begal.

Rekaman yang berdurasi 52 detik dan 33 detik itu memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut pada malam hari.

"Om swastiastu selamat sore, informasi buat adik-adik atau bli-bli atau semua yang mau ke Sukawati malam-malam atau adik-adik yang sering beli nasi di Bu Gung mohon jangan dulu melewati jalur Tegenungan, karena nika kari zona merah kari ditelusuri oleh Polisi dan Buser karena dua hari yang lalu wenten kejadian," bunyi pesan suara yang beredar.

Pesan suara lainnya juga menyebutkan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan ke aparat desa dan kepolisian. "Titiang sudah telepon yang mengalami musibah astungkara dia tidak apa-apa dan tiang sudah dengarkan ceritanya langsung, tiang sudah sampaikan ke ajik Bendesa dan sudah ditindaklanjuti di Binmas dan Kepolisian dan Pecalang setempat. Suksema sareng sami astungkara kenak rahayu."

Menanggapi informasi yang beredar, Kepolisian Sektor Sukawati menyatakan bahwa hingga Senin (3/3/2025) sore, belum ada laporan resmi dari korban terkait insiden yang disebutkan dalam rekaman suara tersebut.

"Kami masih belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut. Sejauh ini, rekaman suara itu hanya beredar luas di grup WhatsApp. Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi, kami tetap melakukan patroli rutin, termasuk Blue Light Patrol, untuk memastikan keamanan di jalur tersebut," ujar Kasi Humas Polsek Sukawati, Aiptu Kadek Edi Arianto.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi dan segera melapor jika mengalami atau mengetahui kejadian serupa agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami