Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Usai Nyepi, Sampah Kiriman Menumpuk di Pantai Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Setelah Hari Raya Nyepi, tumpukan sampah kiriman kembali mencemari Pantai Kuta.
Sampah yang didominasi kayu dan bambu ini semakin meningkat volumenya sejak Rabu (2/4), membuat petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) harus bekerja ekstra membersihkannya.
Petugas tidak hanya disibukkan dengan sampah sisa upacara Pengrupukan, tetapi juga harus menangani sampah kiriman yang terbawa arus laut. Bahkan, suasana pantai yang biasanya menjadi destinasi wisatawan untuk bersantai justru dipenuhi tumpukan kayu dan sampah plastik.
Untuk mengatasi kondisi ini, petugas mengerahkan alat berat guna mengumpulkan sampah dalam jumlah besar. Tak jarang, warga setempat dan wisatawan turut membantu membersihkan pantai. Selain itu, petugas juga mengimbau pengunjung untuk tidak berenang atau bermain selancar karena masih banyak potongan kayu yang mengambang di laut.
"Suasana masih libur, rekan kerja juga ada yang mudik. Jadi kita lakukan bergantian," ungkap salah seorang petugas kebersihan.
Fenomena sampah kiriman ini memang kerap terjadi di Pantai Kuta, terutama setelah hujan deras yang membawa sampah dari sungai ke laut, sebelum akhirnya terdampar di bibir pantai.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4519 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2334 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun