Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Renovasi Rumah Jadi Prioritas, Pengusaha Bahan Bangunan Soroti Kebutuhan Papan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah tekanan ekonomi dan belum pulihnya dampak pandemi, kebutuhan akan tempat tinggal atau papan tetap menjadi prioritas utama masyarakat.
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI), Gomas Harun, Senin (21/4/2025) di Denpasar, menegaskan bahwa meski pembangunan rumah baru mungkin tertunda, renovasi rumah justru tak bisa menunggu.
“Kebutuhan dasar manusia itu sandang, pangan, dan papan. Kalau sandang dan pangan relatif bisa disesuaikan, papan ini yang menjadi penting. Apalagi pengalaman saat COVID-19 lalu, di mana semua orang disarankan stay at home – bagaimana bisa tinggal di rumah kalau rumahnya tidak layak?” ujarnya.
Baca juga:
Properti Komersial Bali Menek 8,46 Persen, Sektor Ritel Lan Apartemen Ngebekin Pangalimbak
Gomas juga menyoroti kondisi saat ini, di mana tekanan ekonomi dan efisiensi anggaran menyebabkan masyarakat berpikir ulang untuk membangun rumah baru. Namun, kebutuhan renovasi rumah tetap berjalan.
Mulai dari perbaikan atap bocor, penambahan kamar karena anak beranjak dewasa, hingga peningkatan kualitas sanitasi, semua menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Meskipun pemerintah menargetkan pembangunan 3 juta rumah, realisasinya masih menjadi tantangan. Ketua IPBBI menilai semangat tersebut tetap patut diapresiasi dan menyarankan adanya kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan sektor swasta.
“Pembiayaan adalah masalah utama. Di luar negeri seperti Thailand dan Vietnam, peran koperasi – terutama yang melibatkan perempuan – sangat besar dalam membantu masyarakat memiliki rumah,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa harga bahan bangunan kini lebih kompetitif karena kemajuan teknologi dan banyaknya pilihan material pengganti.
“Dulu bahan bangunan terkesan mahal, sekarang justru lebih murah dan terjangkau,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Ketua IPBBI optimis bahwa industri bahan bangunan akan tetap bertahan, bahkan berpeluang tumbuh.
“Kalau bisa sama dengan tahun lalu saja, itu sudah bagus. Karena pemainnya semakin banyak dan pasarnya juga terus berkembang,” pungkas Gomas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 539 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 431 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 414 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik