Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Nakhoda dalam Tragedi Fastboat Dolphin II di Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyidik Direktorat Polairud Polda Bali tengah mendalami penyebab tenggelamnya Kapal Cepat (Fastboat) Bali Dolphin Cruise II di jalur masuk Pelabuhan Sanur, Denpasar, pada Selasa 5 Agustus 2025 lalu.
Hal ini seiring masuknya laporan dari Yaja Travel Agent yang menaungi perjalanan dua wisatawan asal China yang tewas dalam kejadian tersebut yakni Shi Guo Hong (23) dan Honqing Yu (37).
Pihak Yaja Travel Agent yakni Sheng Hanning, resmi melaporkan nakhoda kapal, inisial I Kadek AR (30), terkait dugaan adanya unsur kelalaian.
Masuknya laporan tersebut dibenarkan oleh Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko, pada Selasa 12 Agustus 2025. Ia mengatakan, pihaknya telah menerima laporan polisi terkait Fastboat Bali Dolphin Cruise II yang terbalik di Pelabuhan Sanur.
"Laporannya sudah kami terima, pelapornya travel agen," ungkap AKBP Nanang.
Dijelaskannya, laporan itu menyangkut dugaan kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP. Sebagai tindak lanjut, Ditpolair telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa 13 orang saksi, terdiri dari korban selamat, crew fast boat, masyarakat umum, hingga instansi terkait yaitu KSOP. Dari penyelidikan tersebut, penyidik mendapatkan beberapa petunjuk beserta alat bukti.
"Sehingga kasus ini sudah dinaikan ke proses penyidikan. Masih didalami apakah ada unsur lalai dari nahkoda yang menyebabkan kapal itu terbalik," imbuhnya.
Diterangkannya, dari pemeriksaan 13 saksi masih dicari detail peristiwa yang terjadi. Seperti, kenapa kapal bisa terbalik, apakah karena human eror atau murni alam, walaupun saat itu ombak juga besar, pengemudi atau nahkoda menguasai atau tidak.
"Rencananya akan dilaksanakan gelar perkara untuk menentukan tersangka," tegas mantan Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali ini.
Selain itu, AKBP Nanang mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kapal lain untuk mencari perbandingan, apakah Kapal Bali Dolphin Cruise II memang layak untuk membawa penumpang, atau hanya layak untuk mancing saja.
Keterangan terpisah, Sheng Hanning dari Yaja Travel Agent menyampaikan bahwa ia menyadari insiden yang sudah terjadi adalah sebuah kecelakaan karena alam. Meski begitu, pihaknya mengharapkan dari Dinas Pariwisata dan Pemda setempat untuk memikirkan korban yang merupakan tulang punggung keluarga.
"Korban ini adalah seorang bapak rumah tangga, masih ada orang tua dan masih ada anak kecil, mohon ada perhatian dari pemerintah setempat dan dari pemilik kapal agar memberikan solusi terbaik bagi kedua belah pihak," pungkasnya.
Diberitakan, Kapal Cepat Fast Boat Bali Dolphin Cruise II terbalik dan tenggelam di air masuk Pelabuhan Sanur, pada 5 Agustus 2025 siang. Kejadian itu menewaskan dua wisatawan China yakni Shio Quo Hong (20, laki-laki) dan Hangqing Yu (37, laki-laki). Sementara satu WNI yang meninggal dunia adalah ABK bernama Kadek Adi Jaya Dinata (23) asal Nusa Penida, Klungkung.
Kapal cepat tersebut sebelumnya membawa total 80 orang, terdiri dari 75 penumpang, 73 di antaranya WNA dan 2 WNI serta 5 Anak Buah Kapal (ABK). Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur.
Pada awalnya kapal berlayar dengan lancar tanpa ada hambatan, namun saat mendekati pelabuhan hendak bersandar tepatnya melewati jalur bui merah dan bui hijau, tiba-tiba bagian belakang kapal dihantam oleh ombak hingga akhirnya terbalik.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1146 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 901 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 725 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 669 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik