Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Dua Tamu Apartemen di Denpasar Tewas Diduga Minum Racun Tikus
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kabar mengejutkan datang dari Bali True Living Apartment yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Perumahan Budha Cemeng Ukir Nomor, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat. Dua tamu ditemukan tewas di dalam kamar pada Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.
Kedua korban yang meninggal dunia diduga akibat menenggak racun tikus. Mereka yakni BH (36) dan seorang pria tanpa identitas. Jenazah keduanya telah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah), Denpasar.
Seorang karyawan apartemen, GPP (23) menyebutkan, korban BH tercatat sebagai tamu yang menginap, sementara satu korban lainnya merupakan temannya tanpa identitas.
Semula karyawan bagian resepsionis merasa curiga karena tamu yang menginap seharusnya sudah check out pukul 14.00 WITA. Saat dihubungi lewat telepon kamar, tidak ada respons. Hal ini membuat karyawan melaporkan ke GPP dan bersama-sama mengecek kamar.
"Karyawan mengetuk pintu kamar berkali-kali, tapi tidak direspons. Sementara pintu di kunci dari dalam," ungkap GPP.
Karena khawatir terjadi sesuatu, pintu dibuka menggunakan kunci serep. Saat pintu terbuka, saksi melihat kedua korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi muntahan di dekat kasur.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, kedua korban diduga bunuh diri dengan cara meminum obat pembasmi hama.
"Merujuk pada barang-barang itu dugaan sementara kedua korban meninggal dunia akibat keracunan," ujar AKP Sukadi.
Polisi menemukan empat kotak racun tikus tetes merek Hai Zhenwei yang sudah kosong di tempat sampah, serta obat Ibuprofen dan multivitamin Renovit.
Saat ditemukan, korban Mr X mengenakan kaos merah dan celana pendek jeans biru, posisi terlentang di atas tempat tidur. Sedangkan BH ditemukan di lantai dengan mulut berbusa, mata sedikit terbuka, serta terdapat luka gores di pelipis kanan sepanjang 25 milimeter.
Barang-barang korban yang diamankan polisi antara lain dua ponsel, satu jam tangan, empat cincin, serta tas ransel hitam berisi pakaian dan obat-obatan. Saat ini, polisi masih menelusuri alamat dan asal-usul kedua korban.
"Barang barang milik korban berupa dua buah HP di atas kasur, satu buah jam tangan, empat buah cincin, dan satu buah tas ransel warna hitam berisikan pakaian dan obat-obatan disita sebagai barang bukti," beber Sukadi.
Jenazah kedua korban sudah dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, sementara kamar dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang