Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Usai Kasus Bayi Dikubur di Penunggu Karang, Warga Batubulan Gelar Mecaru
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kasus bayi dikubur di penunggu karang di rumah majikan di Jalan Subak Belaki, Batubulan Kangin, Sukawati, membuat krama desa setempat menggelar upacara Mecaru. Upacara ini digelar untuk menetralisir pengaruh negatif akibat kejadian tersebut.
Kepala Dusun Banjar Puseh Desa Batubulan Kangin, I Ketut Arya Suantara, mengatakan mengetahui adanya mayat bayi dikubur dalam rumah kontrakan setelah menerima informasi dari petugas medis.
"Kami dihubungi oleh petugas medis. Bahwa ada perempuan yang melahirkan tanpa ada pertolongan, mayat bayi dikubur dalam rumah," jelasnya.
Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya bersama Babhinkamtibmas dan Polsek Sukawati langsung mendatangi lokasi. Bersama sang majikan berinisial R, mereka melakukan pencarian hingga menemukan gundukan mencurigakan di area rumah.
"Memang benar yang bersangkutan tinggal disini sebagai ART. Asalnya dari Lombok Timur," jelasnya.
Oleh karena kejadian itu bertepatan dengan rahina Purnama Kapat, hasil koordinasi dengan prajuru desa memutuskan agar di lokasi segera dilakukan upacara pecaruan.
"Supaya wilayah ini tidak cemer lagi, karena pas bertepatan dengan purnama kapat kami ada odalan di Pura Desa. Kordinasi dengan Bendesa, jasad bayi agar diangkat kemudian TKP diupacarai baru lanjut prosesi di pura," tutup dia.
Peristiwa ini terungkap pada Senin (6/10). Bayi malang tersebut diduga hasil hubungan seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial R dengan kekasihnya berinisial GA. R diketahui melahirkan diam-diam di rumah majikannya saat sang majikan sedang tidak di rumah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, R melahirkan tanpa bantuan tenaga medis di kamar mandi rumah kontrakan tempatnya bekerja. Usai melahirkan, ia menaruh bayi dan ari-ari di dua ember terpisah. Darah sempat berceceran hingga ke ruang tamu, namun langsung dibersihkan oleh R agar tidak ketahuan.
Setelah itu, R menghubungi kekasihnya, GA. Saat GA datang, bayi sudah membiru dan tak bernyawa. Panik, keduanya kemudian membungkus bayi dengan plastik dan kardus sebelum menguburnya di bawah pelinggih penunggu karang di halaman rumah. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (4/10).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 547 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 456 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 418 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 414 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik