Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Diabetes Dominasi Pasien RSU Payangan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan mencatat penyakit tidak menular (PTM), khususnya yang bersifat degeneratif, masih mendominasi jumlah pasien yang menjalani perawatan, terutama di layanan rawat jalan.
Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, Jumat (5/12), mengungkapkan bahwa kasus terbesar yang ditangani rumah sakit saat ini adalah penyakit degeneratif, dengan Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis menempati posisi teratas.
Baca juga:
Terbantu Program JKN, Biaya Operasi Tumor hingga Perawatan Diabetes Andayani Ditanggung Penuh
Untuk layanan rawat jalan, penyakit yang paling banyak ditangani justru berasal dari kelompok penyakit tidak menular, khususnya penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus.
Setelah DM, kasus terbanyak berikutnya adalah penyakit yang berkaitan dengan ortopedi atau tulang, disusul gangguan saraf, dan selanjutnya penyakit dalam. Wilayah layanan RSU Payangan sendiri mencakup Kecamatan Payangan, Ubud, dan Tegallalang.
Meningkatnya kasus PTM, khususnya Diabetes Melitus, dinilai kuat berkaitan dengan pergeseran gaya hidup masyarakat.
“Mungkin profil dari masyarakat kita dan kebiasaan hidup, lifestyle mereka itu yang sudah berubah,” ujar dr. Putra.
Ia menegaskan, penyebab utama Diabetes Melitus saat ini lebih banyak ditentukan oleh perubahan gaya hidup dibandingkan faktor keturunan. Konsumsi gula yang berlebihan menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus diabetes di masyarakat.
“Penyebabnya sebenarnya itu adalah perubahan gaya hidup itu, salah satunya adalah mengonsumsi gula mungkin yang terlalu tinggi atau berlebihan,” tegasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak RSU Payangan mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah pencegahan sejak dini melalui perubahan pola konsumsi dan kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain mengurangi konsumsi gula berlebihan, mengonsumsi karbohidrat sehat sebagai sumber energi, serta meningkatkan asupan protein seperti ikan dan daging.
“Mari kita sekarang sama-sama mulai mengurangi konsumsi gula yang berlebihan, mengonsumsi gula seperlunya, karbohidrat-karbohidrat yang sehat untuk energi, protein, konsumsi ikan, daging, kita tingkatkan,” imbaunya.
Selain itu, ia juga menyinggung kebiasaan mengonsumsi kopi pahit tanpa gula sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi asupan gula, namun tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan lambung.
"Kopi pahit itu sebenarnya sejenis stimulan saja fungsinya jadinya. Tapi catatannya, pastikan lambung Anda aman, baru Anda bisa mengonsumsi kopi pahit,” tegas dr. I Gusti Ngurah Gede Putra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan