Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diabetes Dominasi Pasien RSU Payangan

Jumat, 5 Desember 2025, 15:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Diabetes Dominasi Pasien RSU Payangan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan mencatat penyakit tidak menular (PTM), khususnya yang bersifat degeneratif, masih mendominasi jumlah pasien yang menjalani perawatan, terutama di layanan rawat jalan.

Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, Jumat (5/12), mengungkapkan bahwa kasus terbesar yang ditangani rumah sakit saat ini adalah penyakit degeneratif, dengan Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis menempati posisi teratas.

Untuk layanan rawat jalan, penyakit yang paling banyak ditangani justru berasal dari kelompok penyakit tidak menular, khususnya penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus.

Setelah DM, kasus terbanyak berikutnya adalah penyakit yang berkaitan dengan ortopedi atau tulang, disusul gangguan saraf, dan selanjutnya penyakit dalam. Wilayah layanan RSU Payangan sendiri mencakup Kecamatan Payangan, Ubud, dan Tegallalang.

Meningkatnya kasus PTM, khususnya Diabetes Melitus, dinilai kuat berkaitan dengan pergeseran gaya hidup masyarakat.

“Mungkin profil dari masyarakat kita dan kebiasaan hidup, lifestyle mereka itu yang sudah berubah,” ujar dr. Putra.

Ia menegaskan, penyebab utama Diabetes Melitus saat ini lebih banyak ditentukan oleh perubahan gaya hidup dibandingkan faktor keturunan. Konsumsi gula yang berlebihan menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus diabetes di masyarakat.

“Penyebabnya sebenarnya itu adalah perubahan gaya hidup itu, salah satunya adalah mengonsumsi gula mungkin yang terlalu tinggi atau berlebihan,” tegasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak RSU Payangan mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah pencegahan sejak dini melalui perubahan pola konsumsi dan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain mengurangi konsumsi gula berlebihan, mengonsumsi karbohidrat sehat sebagai sumber energi, serta meningkatkan asupan protein seperti ikan dan daging.

“Mari kita sekarang sama-sama mulai mengurangi konsumsi gula yang berlebihan, mengonsumsi gula seperlunya, karbohidrat-karbohidrat yang sehat untuk energi, protein, konsumsi ikan, daging, kita tingkatkan,” imbaunya.

Selain itu, ia juga menyinggung kebiasaan mengonsumsi kopi pahit tanpa gula sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi asupan gula, namun tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan lambung.

"Kopi pahit itu sebenarnya sejenis stimulan saja fungsinya jadinya. Tapi catatannya, pastikan lambung Anda aman, baru Anda bisa mengonsumsi kopi pahit,” tegas dr. I Gusti Ngurah Gede Putra.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami