Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Suryani Institute–FK Unud Kolaborasi dengan University of San Diego
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kolaborasi Suryani Institute for Mental Health dan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sukses menyelenggarakan kegiatan International Academic Visit bertema “Integrative Psychiatry: A Holistic Approach to Mental Health Across Biological, Psychological, and Social Dimensions”, yang berlangsung di ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Lantai IV Gedung FK Unud Denpasar, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam memahami kesehatan jiwa yang mencakup aspek biologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual.
Koordinator Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa FK Unud, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, menekankan bahwa praktik psikiatri modern perlu bergerak melampaui pendekatan biomedis semata. “Pendekatan kesehatan jiwa tidak bisa hanya berfokus pada otak atau gejala klinis, tetapi harus melihat manusia secara utuh—body, mind, dan spirit dalam konteks sosial budaya,” ungkapnya. Ia juga mengutip filosofi dalam presentasinya, “Knowing others is intelligence; knowing yourself is true wisdom,” sebagai landasan penting dalam proses penyembuhan.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi internasional dengan University of San Diego, sebuah universitas riset swasta yang dikenal dengan pendekatan pendidikan berbasis nilai, kepemimpinan etis, serta pelayanan kepada masyarakat global.
Perwakilan dari University of San Diego, Nicholas D. Boyd dan Nedeljko Golubovic dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi akademik lintas negara menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan mental global.
“Kami percaya bahwa pendidikan harus mendorong lahirnya pemimpin yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan komitmen terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
Sebanyak 20 mahasiswa program master psikologi dari kelas internasional turut hadir untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung di Bali.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Luh Ketut Suryani sebagai founder Suryani Institute for Mental Health yang menekankan pendekatan berbasis komunitas. Filosofi “Helping the one that nobody wants to help” menjadi nilai utama dalam menjangkau kelompok masyarakat dengan gangguan jiwa berat yang seringkali terpinggirkan.
Dalam diskusi, Prof. Cokorda juga menyoroti kondisi kesehatan jiwa di Bali yang masih menghadapi tantangan seperti stigma, keterbatasan layanan, serta praktik pemasungan. “Pendekatan integratif memungkinkan kita menjembatani pengobatan modern dengan kearifan lokal, termasuk peran keluarga, komunitas, dan praktik spiritual,” tambahnya.
Konsep lokal seperti Tri Hita Karana yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan juga diangkat sebagai model relevan dalam pengembangan pendekatan kesehatan jiwa berbasis budaya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang.
Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada narasumber dan kenang-kenangan berupa Photobook Hope and Freedom karya Rudi Waisnawa yang berisikan dokumentasi perjalanan panjang Suryani Institute for Mental Health dalam membebaskan pasien gangguan jiwa berat yang mengalami pemasungan di masyarakat, serta sesi foto bersama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1890 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1716 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1278 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1147 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah