Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Maling Siang Bolong Satroni 3 Rumah Warga Blangsingsa–Saba
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Aksi pencurian pada siang hari meresahkan warga di wilayah Blangsingsa dan Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya tiga rumah warga dan satu warung dilaporkan disatroni maling di lima titik berbeda.
Perbekel Desa Saba, Ketut Redhana, membenarkan adanya rangkaian kasus pencurian tersebut. Ia menyebutkan, barang yang menjadi sasaran pelaku cukup beragam, mulai dari sembako, tabung gas elpiji, hingga uang tunai dan perhiasan emas milik warga.
Baca juga:
Dua Maling Motor Ditangkap di Denpasar
“Informasi yang kami terima, kebanyakan yang hilang sembako dan gas. Tapi di Blangsingsa ada juga warga kehilangan uang hingga Rp 15 juta serta emas, termasuk emas kuno berupa cincin peninggalan orang tua,” ungkap Ketut Redhana, Selasa (23/12/2025).
Berdasarkan keterangan warga, pelaku diduga hanya satu orang dan disinyalir merupakan orang luar. Sebelum kejadian, warga sempat melihat orang asing berkeliling dengan alasan menanyakan penjualan bunga jepun. Aksi pencurian dilakukan saat rumah dalam kondisi sepi.
Baca juga:
Pratima Pura Desa Adat Renon Digondol Maling
Modus yang digunakan terbilang rapi dan terencana. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Bekas congkelan terlihat di bibir jendela tanpa menimbulkan kerusakan parah, sehingga pelaku bisa dengan cepat membuka pengunci dan masuk ke rumah.
“Pelaku ini seperti sudah berpengalaman. Ia tahu rumah yang kosong dan tahu tempat menyimpan barang berharga. Tidak ada rumah yang diacak-acak, kerjanya cepat dan efisien,” jelasnya.
Ketut Redhana menambahkan, sebagian besar korban tidak melaporkan kejadian pencurian tersebut ke pihak kepolisian karena nilai barang yang hilang dianggap kecil. Umumnya, kejadian hanya dilaporkan ke desa adat, meski kondisi ini tetap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak desa telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Desa adat juga dilibatkan dengan mengaktifkan ronda pecalang, sementara pemasangan kamera pengawas atau CCTV masih dalam tahap perencanaan.
“Kami berharap warga tetap waspada dan segera melapor jika ada kejadian mencurigakan, agar situasi keamanan desa tetap kondusif,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun